Asap dari pertempuran antara pasukan Yaman dan pemberontak Houthi. (Anadolu Agency)
Yaman Luncurkan Operasi Militer untuk Rebut Seluruh Wilayah Houthi
Muhammad Reyhansyah • 5 October 2026 15:23
Sanaa: Pemerintah Yaman mengumumkan dimulainya operasi militer baru untuk merebut kembali seluruh wilayah yang masih dikuasai Houthi, di saat kelompok pemberontak tersebut mencatat kemajuan di lapangan dan mengepung Kota Taiz.
Dalam sebuah pernyataan resmi pada Minggu, 4 Oktober 2026, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengatakan operasi tersebut bertujuan merebut kembali wilayah yang masih dikuasai Houthi sekaligus memperluas kembali kewenangan pemerintah dan institusi negara ke seluruh wilayah Yaman.
“Hari ini saya mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali wilayah republik yang masih tersisa serta memperluas kewenangan negara dan institusinya ke seluruh wilayah nasional,” kata Alimi dalam pernyataan tersebut, dikutip dari Channel News Asia.
Alimi menyerukan seluruh angkatan bersenjata untuk menjalankan tugas masing-masing berdasarkan rencana yang telah disusun hingga negara tersebut terbebas dari kendali kelompok Houthi.
Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah Houthi memutus jalur pasokan penting yang menghubungkan Kota Taiz dengan Aden, ibu kota sementara pemerintah Yaman.
Taiz Terkepung
Kemajuan Houthi terjadi setelah pertempuran sengit selama beberapa hari terjadi di dalam dan sekitar Taiz.Seorang sumber kepolisian setempat mengatakan Houthi telah menguasai wilayah al-Safiya, tempat kelompok tersebut memutus jalan utama dan mengambil alih kantor polisi.
Tiga sumber militer Yaman juga mengonfirmasi penguasaan wilayah tersebut oleh Houthi. Lalu lintas di jalur itu terhenti dan kelompok tersebut kini mengepung Kota Taiz.
Sumber dari kedua pihak mengatakan pertempuran di Provinsi Taiz bagian barat dan sekitarnya menewaskan lebih dari 70 orang dalam sehari.
Pihak pemerintah Yaman melaporkan 34 pasukannya tewas, termasuk 20 orang di perbatasan Provinsi Taiz dengan Provinsi Lahj. Sementara sumber militer Houthi menyebut 39 anggotanya tewas dalam pertempuran di Taiz dan wilayah perbatasan Lahj.
Kota Taiz sendiri masih berada di bawah kendali pasukan pemerintah. Namun, kota tersebut telah lama dikepung Houthi dari arah utara, timur, dan barat serta menjadi salah satu front utama dalam perang saudara Yaman.
“Tujuan militer mereka untuk mengisolasi Taiz dari Aden telah tercapai, meski mereka belum sepenuhnya menguasai kota tersebut,” kata Farea Al-Muslimi, peneliti di lembaga kajian Chatham House, kepada AFP.
Al-Muslimi juga menilai ekspektasi terhadap hasil operasi pemerintah yang baru diumumkan perlu ditekan.
Sementara itu, warga Taiz menyatakan akan melawan setiap upaya Houthi untuk memasuki kota.
“Kami akan mengalahkan dan menghancurkan siapa pun yang memasuki Kota Taiz. Kami tidak akan meninggalkan Taiz,” kata warga setempat Zakaria Al-Dhubhani.
Houthi Serang Arab Saudi
Setelah beberapa tahun relatif tenang, perang saudara Yaman kembali berkobar pada Juli di tengah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.Konflik tersebut juga kembali melibatkan Arab Saudi, yang sejak 2015 memimpin koalisi militer untuk melawan Houthi. Kelompok tersebut dalam beberapa pekan terakhir berulang kali mengklaim melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi serta menyatakan blokade terhadap kapal-kapal di Laut Merah.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree pada Minggu mengatakan kelompoknya meluncurkan rudal balistik dan drone ke fasilitas perusahaan energi Saudi Aramco di Riyadh dan kawasan Khurais yang kaya minyak di bagian timur Arab Saudi.
“Serangan tersebut tepat sasaran dan menyebabkan kebakaran besar di lokasi yang menjadi target,” kata Saree melalui X.
Ekspor minyak Arab Saudi sendiri telah menghadapi tekanan akibat blokade Iran terhadap Selat Hormuz di kawasan Teluk.
Saluran televisi Houthi Al-Masirah melaporkan serangan udara Arab Saudi pada Minggu terhadap Provinsi Al-Jawf dan Saada di Yaman utara. Sedikitnya dua orang disebut terluka.
Serangan tersebut berlangsung sehari setelah pemerintah Yaman mengatakan pasukannya menyerang sejumlah target Houthi di berbagai wilayah, termasuk Sanaa, Provinsi Saada di barat laut, serta posisi Houthi di sekitar Taiz di barat daya.
Namun, kemampuan udara pemerintah Yaman terbatas. Koalisi pimpinan Arab Saudi selama ini menjadi kekuatan utama yang melancarkan serangan udara terhadap Houthi.
Para pakar menilai operasi terbaru tersebut kemungkinan besar juga dilakukan oleh pesawat tempur Arab Saudi.
Yaman merupakan salah satu negara termiskin di dunia dan masih menghadapi krisis kemanusiaan besar yang berlangsung sejak perang saudara pecah pada 2014.
Pada tahun tersebut, Houthi merebut Sanaa dari pemerintah yang didukung Arab Saudi sebelum menguasai sebagian besar wilayah utara. Koalisi internasional pimpinan Riyadh kemudian melakukan intervensi pada tahun berikutnya.
Baca juga: Yaman Klaim 1.747 Personel Houthi Dilumpuhkan dalam 1.122 Operasi Militer