Yaman Klaim 1.747 Personel Houthi Dilumpuhkan dalam 1.122 Operasi Militer

Militer Yaman mengklaim telah melumpuhkan 1.747 personel Houthi dalam 1.122 operasi militer. (Anadolu Agency)

Yaman Klaim 1.747 Personel Houthi Dilumpuhkan dalam 1.122 Operasi Militer

Muhammad Reyhansyah • 5 October 2026 14:15

Sanaa: Militer Yaman mengklaim telah melumpuhkan 1.747 personel Houthi dalam 1.122 operasi militer di sejumlah front pertempuran di negara tersebut.

Dalam pernyataan di platform X, Senin, 5 Oktober 2026, juru bicara militer Yaman Majed Abdullah al-Nuzaili mengatakan operasi tersebut menyasar posisi artileri dan peluncur roket, benteng pertahanan, jalur pergerakan dan pergerakan maju, jalur serta sarana pasokan, bala bantuan, penumpukan kekuatan militer, hingga struktur komando dan pusat komando serta kendali milik Houthi.

Operasi dilakukan di Provinsi Saada, Al-Jawf, dan Taiz, serta sepanjang pesisir barat Yaman. “Operasi melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, peluncur roket, dan penembak runduk,” kata al-Nuzaili, dikutip dari Anadolu.

Ia juga mengatakan operasi militer tersebut menghancurkan atau melumpuhkan 364 kendaraan militer serta sarana transportasi dan pasokan.

Al-Nuzaili menambahkan pasukan pemerintah akan terus menjalankan operasi untuk merebut kembali wilayah dan institusi negara serta memperluas kedaulatan nasional.

Pada Minggu, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengumumkan dimulainya operasi militer komprehensif terhadap Houthi.

Al-Alimi mengatakan angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan berbagai formasi militer lainnya telah diperintahkan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Yaman telah dilanda konflik sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Pertempuran meningkat sejak Juli, dengan eskalasi besar pada September ketika Houthi menguasai kota strategis Mokha dan bergerak menuju Pulau Mayyun yang menghadap Selat Bab el-Mandeb.

Kelompok tersebut juga dilaporkan menargetkan Arab Saudi, termasuk fasilitas-fasilitas energi.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Tegaskan Dukungan untuk Pemerintah Yaman Lawan Houthi

(Willy Haryono)