Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Kemenkes Berkomitmen Indonesia Bebas Thalasemia
Gabriella Thesa Widiari • 3 November 2026 12:23
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen menekan angka penderita thalasemia, salah satunya melalui penguatan jaringan pengujian genetik. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini risiko kesehatan kronis melalui pemeriksaan rutin.
“Kita kita berharap kita bisa bebas dari thalasemia. Kira-kira bisa (tuntas secara) radikalnya thalasemia dengan melakukan pemeriksaan rutin thalasemia,” kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Jakarta Selatan, Selasa, 3 November 2026.
“Cuman kan ini biayanya mahal. Jadi dengan pemeriksaan di BB Genomika, ini akan menjadi murah,” ujar Dante.
Menurut Dante, Kemenkes menerapkan strategi sentralisasi teknologi laboratorium canggih di tingkat pusat. Penguatan kerja sama dengan daerah diarahkan pada mekanisme rujukan sampel medis sehingga fasilitas kesehatan setempat tidak perlu membeli peralatan berbiaya tinggi.
“Kita dengan bangunnya penandatanganan MoU seperti itu, maka banyak pemeriksaan yang harusnya enggak usah dibeli alat-alatnya di laboratorium-laboratorium di perifer, tapi dirujuk saja ke BB Genomika. Kita konsentrasi alat-alat canggihnya, alat-alat versinya di BB Genomika,” ucap Dante.
.jpg)
Ilustrasi thalasemia. Foto: dok. hallo sehat.
Selain difokuskan pada penanganan thalasemia, penguatan infrastruktur pengujian genetik di BB Binomika juga dirancang untuk melacak gangguan kesehatan kompleks secara dini. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas deteksi penyakit pada masyarakat luas.
“Dengan layanan ini banyak sekali penyakit yang bisa kita identifikasi. Misalnya diabetes usia muda, itu kita bisa identifikasi di BB Genomika. Kemudian apa kasus-kasus yang rare disease, itu bisa juga dideteksi di BB Genomika,” terang Dante.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)