Warga Kebayoran Lama memanfaatkan fasilitas Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RPTRA Kampung Perigi, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (1/9/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Kemenkes Sebut Cek Kesehatan Gratis Salah Satu Cara Skrining Kesehatan Jiwa
Achmad Zulfikar Fazli • 2 November 2026 16:30
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu cara untuk memperoleh data masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Sunarto mengatakan kesehatan jiwa merupakan salah satu fokus dari Kementerian Kesehatan.
“CKG bisa mendapat (data) masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental yang memang secara kasat mata kadang-kadang tidak terlihat ya, dimulai dari kecemasan, kemudian gangguan tidur, gangguan aktivitas lain,” kata Sunarto di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 2 November 2026.
Sunarto mengatakan dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa, Kemenkes lebih dulu memperkuat pelayanan kesehatan mental di puskesmas sebagai layanan primer.
“Jadi, kita harapkan deteksi dini dari skrining jiwa CKG, kemudian pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) puskesmas, itu bisa mendistribusikan ke mana seorang pasien itu akan dirujuk dan akan mendapat fasilitas yang tepat untuk rujukan itu,” kata Sunarto.
_%20ANTARA_Rina%20Nur%20Anggraini.jpg)
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Sunarto saat diwawancarai ANTARA di Jakarta, Senin (2/11/2026). ANTARA/Rina Nur Anggraini
Dia menyampaikan layanan kunjungan ke rumah serta penguatan kerja sama dengan komunitas, dan optimalisasi peran rumah sakit juga dijalankan sebagai strategi penanganan kesehatan jiwa. Dari 10.300 lebih puskesmas di Indonesia, 65 persen telah dilengkapi tenaga kesehatan terorientasi layanan jiwa.
“Jadi, ada layanan untuk psikologi dan layanan kesehatan jiwa, dan puskesmas itu dilengkapi dengan minimal 5 obat untuk kesehatan jiwa, antara lain obat penenang dan obat untuk mencegah kecemasan,” ujar Sunarto.
Dia menerangkan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa secara darurat bisa menghubungi pusat bantuan 119. Layanan ini dapat diakses selama 24 jam.
Sunarto mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila merasa memiliki masalah mental.
“Jadi, gangguan jiwa itu dimulai dari kehilangan minat. Biasanya kita sebut depresi, kehilangan minat. Minat makan hilang, minat cari hiburan hilang, padahal dulu dia suka,” kata Sunarto.