Pakistan Sebut Serangan Houthi di Bandara Riyadh Ancam Perdamaian Kawasan

PM Pakistan Shehbaz Sharif. (Anadolu Agency)

Pakistan Sebut Serangan Houthi di Bandara Riyadh Ancam Perdamaian Kawasan

Willy Haryono • 11 October 2026 17:15

Islamabad: Pakistan mengecam keras serangan kelompok pemberontak Houthi asal Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya pada Sabtu kemarin.

“Serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur penting sepenuhnya tidak dapat diterima serta menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pernyataan melalui platform media sosial X.

Mengutip dari Anadolu Agency, Minggu, 11 Oktober 2026, Sharif mengatakan tindakan kekerasan tersebut merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional” dan harus segera dihentikan.

Ia menegaskan Pakistan berdiri dalam “solidaritas yang tak tergoyahkan” bersama Arab Saudi, kepemimpinannya, dan rakyatnya.

Sharif juga menegaskan kembali komitmen Islamabad terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan Arab Saudi sesuai dengan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah serta hubungan yang “tak lekang” antara kedua negara.

Seruan Menahan Diri

Secara terpisah, tokoh Kashmir Mirwaiz Umar Farooq menyebut serangan tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” yang hanya menambah penderitaan warga sipil di kawasan dan berisiko memperluas krisis regional yang sudah serius.

Ia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri serta menempuh dialog dan diplomasi guna mencapai “penyelesaian krisis yang adil” dan mencegah eskalasi lebih lanjut serta jatuhnya korban jiwa.

Dalam serangan terhadap bandara pada Sabtu kemarin, empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan tewas, menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.

Para korban luka saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, dengan sejumlah di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi sebelumnya mengatakan operasional bandara untuk sementara dihentikan setelah serangan. Petugas kemudian melakukan penilaian terhadap kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara.

Penghentian operasional tersebut mengganggu penerbangan. Penumpang diimbau memeriksa informasi dari maskapai sebelum menuju bandara.

Kuwait Airways juga membatalkan penerbangan menuju Riyadh pada Sabtu beserta penerbangan kembali dengan alasan penutupan bandara.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi terhadap bandara serta fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Malaysia dan Selandia Baru Kecam Serangan Houthi di Bandara Riyadh

(Willy Haryono)