Malaysia dan Selandia Baru Kecam Serangan Houthi di Bandara Riyadh

PM Malaysia Anwar Ibrahim. (Anadolu Agency)

Malaysia dan Selandia Baru Kecam Serangan Houthi di Bandara Riyadh

Willy Haryono • 11 October 2026 17:00

Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras serangan kelompok pemberontak Houthi asal Yaman yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.

Serangan di hari Sabtu tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.

“Tidak ada pembenaran untuk serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil,” kata Anwar melalui platform media sosial X, Minggu, 11 Oktober 2026.

Anwar mengatakan membahayakan nyawa warga yang tidak bersalah “hanya akan memperdalam penderitaan yang telah ditimbulkan oleh konflik ini dan membawanya ke tempat-tempat yang seharusnya tetap berada di luar jangkauannya.”

Ia menegaskan Malaysia berdiri dalam solidaritas dengan Arab Saudi dan rakyatnya “pada saat yang genting ini."

“Kuala Lumpur tetap teguh dalam harapan kami bahwa diplomasi dan akal sehat akan menang sebelum konflik semakin meluas,” ujar Anwar, seperti dilansir dari Anadolu.

Selandia Baru Turut Mengecam

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters juga mengecam serangan terbaru terhadap bandara dan sejumlah wilayah di Arab Saudi.

Peters menyampaikan solidaritas kepada rakyat dan pemerintah Arab Saudi. Ia menyebut serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil sebagai tindakan yang “sepenuhnya tercela."

Dalam serangan terhadap bandara pada Sabtu kemarin, empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan tewas, menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.

Para korban luka saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, dengan sejumlah di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi sebelumnya mengatakan operasional bandara untuk sementara dihentikan setelah serangan. Petugas kemudian melakukan penilaian terhadap kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara.

Penghentian operasional tersebut mengganggu penerbangan. Penumpang diimbau memeriksa informasi dari maskapai sebelum menuju bandara.

Kuwait Airways juga membatalkan penerbangan menuju Riyadh pada Sabtu beserta penerbangan kembali dengan alasan penutupan bandara.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi terhadap bandara serta fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Komisi Eropa Sebut Serangan Houthi di Bandara Riyadh Eskalasi Berbahaya

(Willy Haryono)