Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. (Anadolu Agency)
Komisi Eropa Sebut Serangan Houthi di Bandara Riyadh Eskalasi Berbahaya
Willy Haryono • 11 October 2026 16:53
Brussels: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa serangan terbaru kelompok pemberontak Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, merupakan “eskalasi berbahaya."
“Serangan Houthi paling mematikan sejauh ini terhadap bandara Riyadh menandai eskalasi yang berbahaya,” kata von der Leyen melalui platform media sosial X, Minggu, 11 Oktober 2026.
Von der Leyen menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka serta menyatakan solidaritas kepada Arab Saudi dan rakyatnya.
“Serangan-serangan ini oleh proksi Iran mendorong kawasan ini ke dalam spiral kekerasan,” ujarnya, dikutip dari Anadolu.
Ia memperingatkan bahwa serangan tersebut turut meningkatkan ketidakstabilan di kawasan dan berdampak lebih luas terhadap transportasi serta infrastruktur energi internasional.
“Serangan-serangan tersebut mengganggu simpul transportasi dan energi global yang penting, dengan dampak yang terasa ke seluruh dunia,” katanya.
Von der Leyen juga menyerukan agar kekerasan yang menargetkan warga sipil segera dihentikan. “Serangan mematikan terhadap warga sipil ini harus segera dihentikan,” tegasnya.
Korban dan Gangguan Penerbangan
Menurut otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, serangan terhadap bandara tersebut menewaskan empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.Para korban luka saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, dengan sejumlah di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Otoritas penerbangan sebelumnya mengatakan operasional bandara untuk sementara dihentikan setelah serangan. Penghentian dilakukan ketika petugas menilai kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara.
Penutupan tersebut mengganggu penerbangan. Para penumpang diimbau memeriksa informasi dari maskapai sebelum menuju bandara. Kuwait Airways juga membatalkan penerbangan menuju Riyadh pada Sabtu kemarin beserta penerbangan kembali, dengan alasan penutupan bandara.
Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangkaian serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi terhadap bandara serta fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Guterres Kecam Keras Serangan Houthi di Bandara Riyadh yang Tewaskan 12 Orang