2 Tahun Prabowo-Gibran, Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan

Presiden Prabowo Subianto saat panen jagung. Foto: Istimewa.

2 Tahun Prabowo-Gibran, Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan

Gabriella Thesa Widiari • 13 October 2026 08:02

Jakarta: Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan capaian swasembada pada delapan komoditas pangan utama. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat total produksi kedelapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 68,22 juta ton.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa surplus agregat pangan nasional kini mencapai sekitar 4,69 juta ton. Delapan komoditas yang telah berswasembada meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

"Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada," kata Zulkifli Hasan, dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Selasa, 13 Oktober 2026.

Secara rinci, produksi jagung nasional diproyeksikan mencapai 18 juta ton dengan surplus 1,56 juta ton di atas kebutuhan nasional. Sementara itu, produksi gula konsumsi diperkirakan menyentuh 3,04 juta ton, atau mengalami surplus sekitar 207 ribu ton dari total kebutuhan masyarakat.

Kemandirian pasokan pangan juga ditunjukkan pada sektor peternakan dan hortikultura secara berkelanjutan. Daging ayam ras mencatatkan surplus 876 ribu ton dan telur ayam ras surplus 516 ribu ton, sedangkan komoditas cabai dan bawang merah turut merekam surplus produksi di atas kebutuhan pasar.

Pengadaan Beras Cetak Rekor


Di samping capaian delapan komoditas tersebut, pengadaan cadangan beras pemerintah oleh Perum Bulog turut memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya BUMN tersebut. Hingga 11 Oktober 2026, penyerapan beras melalui skema Public Service Obligation (PSO) berhasil menembus angka 4,13 juta ton setara beras.

Capaian ini merealisasikan 103,29 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton sebelum tahun 2026 berakhir. Angka ini melampaui rekor pengadaan tertinggi sebelumnya pada 2012 yang mencapai 3,65 juta ton.


Ilustrasi stok beras Bulog. Foto: Istimewa. 

Tingginya penyerapan beras oleh Bulog berdampak langsung pada penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Per 11 Oktober 2026, stok fisik CBP tercatat menembus 4,6 juta ton untuk menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi gejolak harga pangan nasional.

Pemerintah memastikan ketersediaan stok yang melimpah ini menjadi instrumen utama dalam melakukan intervensi pasar maupun penyaluran bantuan pangan. Penguatan cadangan beras dan kemandirian delapan komoditas menjadi indikator dalam arah kebijakan pangan dua tahun Prabowo-Gibran.

(Gabriella Thesa Widiari)