Kebutuhan Lahan Pengembangan Bioetanol E20 Capai 500 Ribu Hektare

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Kebutuhan Lahan Pengembangan Bioetanol E20 Capai 500 Ribu Hektare

Muhammad Adyatma Damardjati • 8 October 2026 15:22

Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan pengembangan lahan untuk program bahan bakar nabati Bioetanol E20. Program ini membutuhkan lahan untuk perluasan perkebunan tebu dan singkong sebagai bahan baku.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam acara 2 Tahun Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Menurutnya, penyiapan lahan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian.

"E20 sudah dipersiapkan. Sekarang memperluas perkebunan tebu, yang kedua memperluas perkebunan tanaman singkong walaupun itu tidak mudah. Tebu, Pak Mentan dan Pak Bahlil sedang mempersiapkan wilayah mana untuk mengembangkan itu sehingga kita bisa paling kurang E20 dulu," ujar Zulhas ketika ditemui setelah memberikan sambutan.

Zulhas menjelaskan kebutuhan lahan untuk program E20 mencapai 500 ribu hektare. Menurut dia, untuk jangka panjang mencapai E50, dibutuhkan lahan hingga dua juta hektare.

"Kalau E20 itu kira-kira kita perlu 500 ribu (hektare). Ada dua juta (hektare lahan) yang diperlukan agar kita bisa mencapai E50," jelas Zulhas.

Zulhas menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menargetkan penyiapan lahan untuk E20 terealisasi dalam tiga tahun ke depan. Menurut dia, program ini akan sangat membantu setelah keberhasilan biodiesel B50.

"Pak Bahlil mengatakan tiga tahun. Kalau kita bisa E20 akan sangat membantu sekali," tegas Zulhas.

Zulhas juga mengonfirmasi program Biodiesel B50 untuk solar saat ini sudah berjalan. Menurutnya, keran impor untuk kebutuhan tersebut telah dihentikan.

(Arga Sumantri)