BMKG: Kabut Asap di Bangka Belitung Terindikasi Berasal dari Kalimantan

BMKG Kota Pangkalpinang memantau sebaran kabut asap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Aprionis

BMKG: Kabut Asap di Bangka Belitung Terindikasi Berasal dari Kalimantan

Whisnu Mardiansyah • 13 October 2026 19:25

Pangkalpinang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang menyebut kabut asap yang menyelimuti Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terindikasi berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. Kondisi tersebut dipengaruhi arah angin dari Timur yang membawa asap menuju wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

"Asap ini bukan dari Pulau Sumatera tetapi dari Kalimantan, karena adanya arah angin timur dari Kalimantan mengarah ke wilayah Kepulauan Babel," kata Prakirawan BMKG Pangkalpinang Annisa di Pangkalpinang, seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG di Bandara Depati Amir Pangkalpinang pada Selasa, 13 Oktober 2026, jarak pandang berkisar 8.000-10.000 meter. Angka tersebut membaik dibandingkan kondisi pada Senin, 12 Oktober 2026, ketika jarak pandang tercatat sekitar 3.000 hingga 5.000 meter.

"Saat ini kabut asap sudah mulai berkurang dan aman untuk penerbangan angkutan udara di Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang," katanya.
 


Annisa kembali menjelaskan jarak pandang di bandara masih berada dalam kondisi aman untuk mendukung aktivitas penerbangan. Kondisi tersebut lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya.

"Saat ini keberangkatan dan kedatangan pesawat udara di Bandara Depati Amir masih terpantau lancar, karena jarak pandang yang aman untuk angkutan udara tersebut," katanya.


Kabut asap. (MI)

Selain memantau kondisi kabut asap, BMKG mengingatkan masyarakat agar menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta tidak membakar lahan, hutan, maupun sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk selalu menggunakan masker, agar tidak menimbulkan berbagai penyakit seperti sesak nafas dan lainnya," kata Annisa.

(Whisnu M)