Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Pertamina Dorong Riset Teknologi hingga Tahap Industri
Husen Miftahudin • 28 October 2026 15:18
Jakarta: Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyoroti tahap uji coba lapangan (piloting) sebagai salah satu bagian kritis yang perlu diperkuat dalam pengembangan teknologi di Indonesia agar hasil riset dapat berlanjut ke tahap komersialisasi dan penerapan di industri.
Oki mengatakan, pengembangan teknologi umumnya berawal dari kebutuhan, termasuk kebutuhan nasional di sektor energi. Namun, proses pengembangan tidak cukup berhenti pada penelitian di laboratorium dan validasi teknis. Menurutnya, tahap uji coba lapangan menjadi jembatan penting sebelum teknologi dapat dikomersialkan dan dimanfaatkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi.
"Bagian yang kritis adalah uji lapangan atau piloting. Ini adalah titik yang hilang yang kita miliki di Indonesia. Jadi, ini adalah bagian kritis yang perlu kita miliki di Indonesia agar kita memiliki teknologi. Jika tidak, sebagian besar riset kita hanya berupa sains, yang hanya akan menghasilkan makalah, tetapi tidak akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat kita," ucap Oki dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Oki menjelaskan, pengembangan teknologi dimulai dari tingkat kesiapan teknologi (Technology Readiness Level atau TRL) satu hingga tiga di laboratorium, kemudian dilanjutkan dengan pengujian kelayakan dan validasi teknis. Tahapan tersebut dapat dilakukan bersama beberapa perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), sebelum teknologi memasuki tahap uji coba lapangan.

(Ilustrasi riset. Foto: BRIN)
Dorong teknologi berbasis kebutuhan sektor energi
Pengembangan teknologi di sektor energi perlu berangkat dari kebutuhan industri dan masyarakat. Oki menyebut, kebutuhan tersebut mencakup peningkatan produksi hidrokarbon nasional, dukungan terhadap produksi listrik, serta penyediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat.
"Biasanya, pengembangan teknologi dimulai dari kebutuhan. Kebutuhan bangsa yang kita miliki di Indonesia, apa yang kita butuhkan? Khususnya bagi kita di Pertamina, di sektor energi, apa yang kita butuhkan untuk dicapai dalam sektor energi? Umumnya, kita mencoba untuk meningkatkan produksi hidrokarbon di Indonesia dan juga kita mencoba untuk berkontribusi pada produksi listrik di Indonesia. Kemudian, kita mencoba untuk menyediakan energi yang terjangkau bagi masyarakat. Kata kuncinya adalah keterjangkauan," ucap dia.
Oki menekankan, tahap uji coba lapangan diperlukan untuk menjembatani hasil penelitian sebelum memasuki tahap komersialisasi dan penerapan industri. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pengembangan teknologi agar inovasi tidak berhenti pada pembuktian ilmiah.
Setelah melalui tahap piloting, teknologi dapat dilanjutkan ke proses komersialisasi dan aplikasi industri. Dengan demikian, hasil riset berpeluang menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan serta memberikan manfaat lebih luas.