Liga Arab Desak Investigasi Global atas Penyiksaan Tahanan Gaza di Penjara Israel

Ilustrasi penjara. (Anadolu Agency)

Liga Arab Desak Investigasi Global atas Penyiksaan Tahanan Gaza di Penjara Israel

Muhammad Reyhansyah • 2 November 2026 13:08

Kairo: Liga Arab mendesak penyelidikan internasional independen atas penyiksaan dan kekerasan sistematis terhadap warga Palestina dari Jalur Gaza yang ditahan di Penjara Ramla, Israel, seraya menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan tersebut.

Dalam pernyataannya, Minggu, 1 November 2026, Liga Arab mengecam serangan berulang terhadap para tahanan di blok Rakevet penjara tersebut. Serangan itu dilaporkan menyebabkan sejumlah tahanan mengalami luka-luka dan luka bakar.

“Praktik tersebut merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa dan Konvensi Menentang Penyiksaan, serta merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus dipertanggungjawabkan,” demikian pernyataan Liga Arab, dikutip dari Anadolu, Senin, 2 November 2026.

Liga Arab mendesak agar seluruh bentuk kekerasan terhadap tahanan segera dihentikan. Organisasi tersebut juga meminta Israel memberikan akses tanpa hambatan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan pemantau independen untuk mendokumentasikan kondisi tahanan serta menyediakan perawatan medis.

Selain itu, Liga Arab menyerukan pembebasan segera tahanan yang sakit dan terluka serta penghentian praktik penahanan sewenang-wenang.

Pernyataan Liga Arab tersebut menyusul laporan Kantor Media Tahanan Palestina pada 27 Oktober mengenai serangan berulang terhadap tahanan asal Gaza di blok Rakevet.

Kantor tersebut menyebut kekerasan berlangsung setiap Jumat dan Sabtu. Para penjaga dilaporkan menggunakan tongkat pemukul, semprotan merica, gas, peluru karet, dan granat kejut dalam serangan terhadap para tahanan.

Melindungi Tahanan Palestina

Laporan itu juga menyebut para penjaga memasuki sel bersama anjing polisi, kemudian membawa tahanan ke sebuah ruangan tanpa kamera pengawas untuk melakukan kekerasan.

Kantor Media Tahanan Palestina memperingatkan bahwa kekerasan yang terus berlangsung dapat mengancam nyawa para tahanan, terutama mereka yang telah sakit atau mengalami luka-luka.

Liga Arab turut mendesak komunitas internasional, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan Majelis Umum PBB mengambil langkah untuk melindungi tahanan Palestina serta mengakhiri impunitas atas pelanggaran tersebut.

Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari Israel atas pernyataan Liga Arab. Penjara Ramla terletak di Israel bagian tengah dan dikelola oleh Layanan Penjara Israel.

Baca juga: Israel Tahan Sekitar 370 Anak Palestina di Penjara

(Willy Haryono)