Peringati Sumpah Pemuda, Jasa Raharja Perkuat Integritas Pelayanan

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Dok Jasa Raharja)

Peringati Sumpah Pemuda, Jasa Raharja Perkuat Integritas Pelayanan

Lukman Diah Sari • 28 October 2026 16:39

Jakarta: PT Jasa Raharja mengajak seluruh pihaknya untuk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 sebagai momentum memperkuat integritas, semangat perbaikan, dan kepedulian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yaitu “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.”

Pesan tersebut disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, dalam amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak cukup dimaknai sebagai semangat kebangsaan semata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, tanggung jawab, dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Awaluddin, semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bergerak bersama. Persatuan justru tercermin dari kesediaan setiap individu untuk mengesampingkan kepentingan kelompok dan berkontribusi bagi tujuan yang lebih besar.

“Semangat kebangsaan pada akhirnya harus terlihat dari apa yang kita lakukan dan manfaat yang kita hadirkan bagi masyarakat,” ujarnya dalam rilis resmi.

Ia menjelaskan, nilai patriotik tercermin melalui kesungguhan dalam menjalankan pekerjaan, menjaga integritas, serta memastikan setiap tanggung jawab menghasilkan manfaat nyata. Sementara itu, kegigihan diwujudkan melalui kemauan untuk terus belajar, memperbaiki cara kerja, membangun kolaborasi, serta memanfaatkan teknologi dan data demi meningkatkan kualitas pelayanan.


Ilustrasi-Pelayanan Jasa Raharja. (Istimewa) 

Adapun empati diwujudkan dengan memahami bahwa di balik setiap proses pelayanan terdapat manusia dengan kebutuhan dan harapan yang harus diperhatikan. Pelayanan kepada korban kecelakaan maupun keluarga yang ditinggalkan harus mengedepankan kecepatan, kepastian, dan kepedulian.

“Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat kecelakaan, persoalan koordinasi internal bukanlah sesuatu yang seharusnya mereka tanggung. Bagi korban yang membutuhkan penanganan, kecepatan, kepastian, dan kepedulian bukan sekadar nilai tambah. Semuanya merupakan bagian penting dari pengalaman pelayanan yang mereka rasakan,” jelas Awaluddin.

Perkuat Kolaborasi Pelayanan

Awaluddin menekankan bahwa kualitas pelayanan tidak dapat dibangun oleh satu unit kerja saja. Diperlukan koordinasi yang baik dan kesediaan setiap bagian untuk saling mendukung agar masyarakat memperoleh pelayanan yang terpadu secara menyeluruh.

“Keberhasilan satu bagian belum cukup apabila keseluruhan pelayanan masih menyisakan persoalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat perbaikan perlu menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan Jasa Raharja. Setiap individu diharapkan berani mengambil inisiatif, memahami persoalan secara mendalam, serta menyampaikan gagasan yang didukung dasar kuat.

Dalam konteks tersebut, generasi muda memiliki ruang dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi tanpa harus menunggu jabatan. Di sisi lain, insan yang telah berpengalaman diharapkan terus menjadi teladan sekaligus membuka ruang bagi generasi berikutnya untuk berkembang.

Awaluddin mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, melainkan dari keberanian menyelesaikan persoalan yang berlarut-larut serta menjalankan tanggung jawab dengan kualitas yang lebih baik.

“Jangan sampai kita hanya mewarisi semangat para pemuda terdahulu sebagai cerita. Warisilah keberanian mereka sebagai tindakan,” tutup Awaluddin.

(Lukman Diah Sari)