Presiden Prabowo Tekankan Nilai Sumpah Pemuda ke Siswa SMA Taruna Nusantara

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi yang berlokasi di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Tekankan Nilai Sumpah Pemuda ke Siswa SMA Taruna Nusantara

Gabriella Thesa Widiari • 30 October 2026 18:44

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menanamkan semangat kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Sumpah Pemuda bagi para siswa SMA Taruna Nusantara. Hal itu dinilai menjadi fondasi utama kehidupan bernegara.

“Pemuda-pemudi tersebut usianya sangat muda, melahirkan suatu sumpah yang demikian cemerlang, luar biasa kita harus akui,” ujar Prabowo dilansir dari Antara, Jumat, 30 Oktober 2026.

Prabowo menyampaikan harapan besar agar para siswa dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan ini secara optimal. Ia meyakini lulusan sekolah tersebut mampu tumbuh menjadi generasi penerus yang unggul dan berkarakter.

“Saya percaya kalian akan berbuat yang terbaik, kalian akan belajar yang terbaik, kalian akan mengambil nilai-nilai dari SMA Taruna Nusantara,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan persatuan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai perbedaan. Ia menegaskan para pendiri bangsa telah mewariskan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai acuan bersama.

Selain itu, Prabowo memberikan perhatian khusus mengenai pentingnya mempelajari sejarah perjalanan bangsa. Paham terhadap masa lalu dinilai penting agar generasi muda tidak mengulangi kesalahan serupa.

“Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun,” ujar Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi yang berlokasi di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

Kepala Negara menilai perkembangan teknologi tidak lantas menghilangkan pentingnya pemahaman sejarah dan sifat dasar manusia. Pengalaman penjajahan akibat politik pecah belah harus dijadikan pelajaran berharga bagi masa depan.

“Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan bahaya berbagai paham yang mengedepankan kepentingan kelompok di atas kepentingan nasional. Meski begitu, ia tetap optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk mengatasi seluruh tantangan tersebut.

(Gabriella Thesa Widiari)