Peta Hotspot per wilayah di Kaltim (Dok. BMKG Kaltim)
Titik Panas di Kaltim Melesat, Jadi 1.135 dalam Sehari
Media Indonesia • 30 October 2026 23:28
Samarinda: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lonjakan tajam titik panas (hotspot) indikator kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim). Hingga Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 22.35 Wita, tercatat sebanyak 1.135 titik panas, melesat jauh dari 433 titik pada Jumat siang.
Berdasarkan hasil olahan satelit FTP Himawari BMKG, ribuan titik panas tersebut terbagi dalam tiga kategori. Rinciannya meliputi 34 titik berstatus kepercayaan rendah, 1.019 tingkat sedang, dan 82 titik tingkat tinggi.
Baca Juga :
Kebakaran TPA Supit Urang Malang Dipicu Bara Puntung Rokok, Kakek 71 Tahun Jadi Tersangka
BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna menanggulangi titik api secara cepat. Warga secara tegas dilarang membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
Merespons lonjakan ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila, langsung memetakan 109 titik panas yang berada di wilayahnya. Mayoritas titik panas di PPU terkonsentrasi di Kecamatan Waru.
"Kecamatan Waru mencatatkan jumlah terbanyak dengan total 92 titik hotspot (pada pantauan sore hari). Sebarannya meliputi Kelurahan Waru sebanyak 38 titik, Kelurahan Api-Api sebanyak 31 titik, Desa Sesulu sebanyak 22 titik, serta Desa Bangun Mulya sebanyak satu titik," ujar Nurlaila, Jumat, 30 Oktober 2026.
.jpeg)
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Antara.
Lebih lanjut, berdasarkan data pembaruan BMKG jelang tengah malam, total titik panas di Kecamatan Waru terus melonjak hingga 105 titik. Sementara itu, wilayah lain yang turut terpapar adalah Kecamatan Penajam dengan tiga titik (terdeteksi di Kelurahan Riko) dan Kecamatan Babulu satu titik (Desa Labangka).
“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi kebakaran hutan dan lahan di titik-titik lokasi tersebut,” pungkas Nurlaila.. (MI/Ervan MB)