Kunjungan Wisatawan ke Gunung Papandayan Mulai Menggeliat Usai Fenomena Blue Fire

Wisatawan melintas di kawasan kawah Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu sebelum muncul fenomena Blue Fire. (ANTARA/Feri Purnama)

Kunjungan Wisatawan ke Gunung Papandayan Mulai Menggeliat Usai Fenomena Blue Fire

Silvana Febiari • 27 October 2026 10:27

Garut: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebut kunjungan wisatawan ke Gunung Papandayan mulai menggeliat. Namun, jumlah kunjungan belum seramai sebelum kawasan tersebut ditutup akibat fenomena alam Blue Fire di kawah gunung tersebut.

"Kalau kunjungan reguler kan tetap ada ya, tapi tidak semembludak biasanya kalau ada hari-hari libur gitu," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, dilansir dari Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.

Taman Wisata Alam Gunung Papandayan sempat ditutup sejak 24 September 2026 menyusul kemunculan fenomena alam Blue Fire di kawah gunung tersebut. Kini, kawasan wisata itu telah kembali dibuka untuk umum berdasarkan koordinasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).


"Dengan tetap pengawasan melihat perkembangan di lapangannya seperti apa, tapi prinsipnya secara lembaga BBKSDA sudah mengizinkan untuk bisa dijadikan kunjungan wisata kembali," ungkapnya.

Sejak Taman Wisata Alam Gunung Papandayan dibuka, tingkat kunjungannya masih rata-rata sepekan hanya 1.000 sampai 2.000 orang. Angka itu berbeda jauh saat puncaknya pernah sampai 15 ribuan orang dalam sepekan atau sebulan.

"Jadi, kalau rata-rata 1.000 atau 1.500 itu rata-rata ya, rata-rata artinya di hari-hari yang biasa tidak ada lonjakan-lonjakan yang signifikan," ujarnya.


Fenomena alam blue fire di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)


Disparbud Garut selama ini terus berkoordinasi dengan BBKSDA terkait kondisi keamanan bagi wisatawan di kawasan kawah tersebut.

Menurut dia, Gunung Papandayan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, terutama saat hari libur. Kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat pada libur akhir tahun, seperti Natal dan Tahun Baru.

"Biasanya ini menjelang tahun baru nih, kita sedang persiapan, terus koordinasi dengan pengelola," ucapnya. 

(Silvana Febiari)