Blue Fire Hilang, Jalur Pendakian Gunung Papandayan Kembali Dibuka

Sejumlah pengunjung Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/HO-BBKSDA Jabar

Blue Fire Hilang, Jalur Pendakian Gunung Papandayan Kembali Dibuka

Silvana Febiari • 11 October 2026 15:08

Garut: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan jalur wisata pendakian Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, kini kembali dibuka. Jalur pendakian tersebut sempat ditutup sementara akibat fenomena alam blue fire di kawasan kawah.

"Blue fire sudah hilang, kegiatan wisata sudah dibuka kembali dengan pemantauan. Wisatawan diharapkan hanya melintas, tidak berhenti lama di area kawah," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jabar Vitriana Yulalita di Garut, dilansir Antara, Minggu, 11 Oktober 2026.

Fenomena alam blue fire terpantau muncul di kawasan kawah pada 24 September 2026. Menyusul fenomena tersebut, pengelola membatasi akses wisatawan agar tidak melewati atau mendekati kawasan kawah.


Jajarannya bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan PT. AIL sebagai pengelola Taman Wisata Alam Papandayan, terus memantau perkembangan fenomena blue fire. Pemantauan dilakukan untuk memastikan keamanan pengunjung setelah jalur wisata kembali dibuka pada 29 September 2026.

"Hal tersebut dengan mempertimbangkan bahwa fenomena tersebut telah hilang serta aktivitas Gunung Papandayan yang diukur oleh Badan Geologi PVMBG berada pada Level I (normal)," jelasnya.


Fenomena alam blue fire di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)


Wisatawan selalu diingatkan untuk selalu waspada dan mematuhi peraturan seperti tidak boleh berhenti lama di area kawah. Wisatawan juga dilarang berkemah di Pondok Saladah.

"Masih pembatasan untuk camping di Pondok Saladah terkait pencegahan karhut (kebakaran hutan)," ucapnya.

Terpisah, Manager Operasional Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Amin Kaban membenarkan jalur pendakian kini kembali dibuka bagi wisatawan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan keamanan pengunjung selama beraktivitas di kawasan tersebut.

"Kalau terkait apa yang disampaikan BBKSDA memang benar (dibuka) dan tingkat pengunjung masih seperti biasa," ujar Amin.

(Silvana Febiari)