Dampak Blue Fire, Kunjungan Wisatawan ke Gunung Papandayan Masih Dibatasi

Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/Feri Purnama)

Dampak Blue Fire, Kunjungan Wisatawan ke Gunung Papandayan Masih Dibatasi

Silvana Febiari • 6 October 2026 22:05

Garut: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih membatasi kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan. Wisatawan hanya diperbolehkan beraktivitas hingga zona aman di area parkir dampak fenomena Blue Fire.

"Cuma kalau untuk ke atas, kita masih belum buka. Kita menunggu arahan dari BMKG," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, dilansir dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026. 

Fenomena Blue Fire di kawah Gunung Papandayan dua pekan lalu membuat jalur pendakian dan akses menuju kawah dibatasi. Wisatawan hanya diperbolehkan berada di bawah gerbang yang ditetapkan sebagai zona aman.


"Sebetulnya ini masih tetap ya, cuma memang pengunjung kan tidak bisa ke atas, biasanya kan sampai ke Pos 7, ke Pos 8 ke atas ya. Nah, ini sampai Pos 4, 5 di bawah, nah sampai ke situ," ujarnya.

Fenomena tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke TWA Gunung Papandayan. Namun, keamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas.

"Kita juga nanti sedang mengukur kalau misalkan memang itu tidak efek membahayakan bagi pengunjung, malah jadi salah satu daya tarik untuk wisata, mungkin dengan jarak tertentu," ungkapnya.


Suasana kawasan kawah Gunung Papandayan yang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan kemunculan api biru (blue fire) pada 24 September 2026. (ANTARA/HO-BBKSDA Jabar)


Hingga kini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola wisata dan Badan Geologi terkait batas kunjungan wisatawan. Sementara itu, belum ada laporan mengenai dampak fenomena tersebut terhadap jumlah kunjungan ke TWA Gunung Papandayan.

"Belum ada (data kunjungan) karena kita nunggu laporan dari pengelola," ucapnya.

Manager Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban, membenarkan masih diberlakukan pembatasan bagi wisatawan. Pengunjung tidak diperbolehkan mendaki atau melewati jalur kawah dan hanya dapat beraktivitas di area bawah.

"Untuk mendaki dan camping di atas di Salada, dan di Gober Hood belum bisa karena sesuai dengan surat edaran dari BBKSDA," tuturnya.

(Silvana Febiari)