Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat telah terjadi tiga kali letusan dari kawah utara setinggi 1.000-1.100 meter dengan warna asap kelabu. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang
Gunung Karangetang Sitaro Meletus 3 Kali, Muntahkan Lava Pijar
Lukman Diah Sari • 26 October 2026 22:03
Sitaro: Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali meletus. Rentetan tiga kali erupsi tercatat memuntahkan awan abu kelabu yang membumbung tinggi dari kawah utara sejak Minggu malam hingga Senin dini hari, 26 Oktober 2026.
"Telah terjadi tiga kali letusan dari kawah utara setinggi 1.000-1.100 meter dengan warna asap kelabu," kata personel Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina di Manado, Senin, 26 Oktober 2026, melansir Antara.
Berdasarkan laporan pengamatan, letusan pembuka terekam pada Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 23.04 Wita. Aktivitas tersebut tak kunjung reda dan disusul dua letusan berikutnya pada Senin dini hari, tepatnya pukul 01.24 Wita dan 03.20 Wita. Erupsi ini turut menyemburkan guguran lava pijar yang meluncur liar ke berbagai arah sejauh 200 hingga 1.000 meter.
"Teramati di CCTV pada malam hari sinar api kawah selatan lebih kurang 5 meter-30 meter, sementara di kawah utara sekitar 50 meter-100 meter," jelas Fadlan.
Pada periode pengamatan tersebut, Pos PGA merekam sebanyak tiga kali gempa letusan, 86 kali gempa guguran, 133 kali gempa embusan, 30 kali gempa tremor non-harmonik, 56 kali gempa tremor harmonik, empat kali gempa hybrid/fase banyak, tujuh kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam, serta lima kali gempa tektonik jauh.
"Terdengar juga suara gemuruh dan dentuman sampai ke pos PGA Karangetang," ungkap dia.

Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat telah terjadi tiga kali letusan dari kawah utara setinggi 1.000-1.100 meter dengan warna asap kelabu. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih menetapkan status Gunung Karangetang Level II (Waspada). Masyarakat/wisatawan diharapkan mematuhi rekomendasi di antaranya, tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 kilometer.
Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.