Ilustrasi - Kota Palembang diguyur hujan lebat. Foto: ANTARA/Edo Purmana.
BMKG Deteksi Siklonik Baru Picu Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Lukman Diah Sari • 27 October 2026 15:59
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan bibit sirkulasi siklonik baru di Laut Andaman, sebelah utara Aceh, mulai Selasa, 27 Oktober 2026. Meski peluang penguatannya dalam 24 jam ke depan tergolong rendah, fenomena ini diyakini akan mendongkrak intensitas curah hujan di Tanah Air.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyebut sistem ini diprakirakan akan bergerak ke arah barat-barat laut menjauhi Indonesia dalam dua hingga tiga hari ke depan."Namun, sirkulasi ini berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian utara," ujar Andri, dalam rilis resmi BMKG, Selasa, 27 Oktober 2026.
Potensi Cuaca Sepekan ke Depan
Memasuki akhir Oktober, BMKG mengantisipasi cuaca ekstrem seiring masuknya awal musim hujan di wilayah Sumatra bagian utara, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat bagian utara, dan Riau bagian utara. Kondisi ini makin bergejolak dengan hadirnya dinamika atmosfer lain yang saling tumpang tindih.“Meskipun demikian, aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik di Laut Andaman dan sebelah utara Papua Barat Daya berpotensi memicu hujan signifikan dalam skala harian,” ujar Andri.
BMKG menetapkan status siaga cuaca ekstrem untuk sejumlah daerah dengan rincian sebagai berikut:
-
Periode 27–29 Oktober 2026:
Siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk wilayah Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. -
Periode 30 Oktober–2 November 2026:
Status siaga hujan lebat difokuskan pada wilayah Kalimantan Barat.
Selain hujan lebat, masyarakat di sebagian Sumatra, Jawa, dan Sulawesi Selatan juga diwanti-wanti terhadap ancaman angin kencang. Sementara itu, khusus untuk perairan Selat Malaka, tinggi gelombang laut masih tergolong rendah di kisaran 0,5–1,25 meter.

Pantauan BMKG. (DOK: BMKG)
Menyikapi cuaca ini, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, memastikan pihaknya akan memantau ketat pergerakan sirkulasi siklonik di Laut Andaman maupun sisa Siklon Tropis ARNAB secara real-time. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tak mudah termakan hoaks terkait informasi cuaca.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem. Kenali kondisi lingkungan sekitar, tingkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat berlangsung, dan ikuti arahan pihak berwenang apabila kondisi cuaca berpotensi membahayakan. Pastikan informasi yang diterima bersumber dari kanal resmi BMKG agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi secara tepat,” ujar Guswanto.