Akademi Perempuan NasDem gelar klinik menulis, Diikuti 100 Lebih Peserta

Pra-Clinic APN Woman’s Writing Clinic. Dok. Istimewa

Akademi Perempuan NasDem gelar klinik menulis, Diikuti 100 Lebih Peserta

Muhamad Marup • 17 October 2026 15:16

Jakarta: Akademi Perempuan NasDem (APN) menyelenggarakan Pra-Clinic APN Woman’s Writing Clinic: Perempuan Menulis, Agensi Strategis bertema “Feminisme Pancasila sebagai Lensa Analisa Sosial”. Kegiatan yang digelar secara daring, pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, itu diikuti lebih dari 100 peserta.

Pra-Clinic merupakan tahap awal. Rangkaian selanjutnya yaitu Writing Clinic pada 22 Oktober serta Post-Clinic pada 29 Oktober–19 November 2026.

Kegiatan dibuka Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Ketua DPP Partai NasDem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraeni. Ketua DPP Partai NasDem Bidang Migran sekaligus Pengarah APN, Eva Sundari menjadi narasumber, sementara Komisioner Komnas Perempuan periode 2007–2014, Arimbi Heroeputri bertindak sebagai moderator.

Amelia Anggraini mendorong para peserta untuk serius mengikuti 3 rangkaian kegiatan. Dengan demikian, para peserta bisa menghasilkan tulisan berkualitas yang bisa diterbitkan media.

“Ayo munculkan keberanian untuk take action, dan tulisan adalah aksi nyata untuk mendorong terjadinya perubahan yang memihak perempuan,” kata Amelia menyemangati peserta. Pada Writing Clinic, peserta akan mempelajari penulisan opini dan op-ed, penyusunan argumen, serta penggunaan fakta dan data. Tahap Post-Clinic akan mencakup penyuntingan dan finalisasi tulisan.

Dalam sesi utama, peserta membahas Feminisme Pancasila sebagai pendekatan untuk menganalisis ketimpangan, relasi kuasa, dan persoalan keadilan sosial. Pembahasan mencakup isu beban kerja perawatan, akses ekonomi, kekerasan berbasis gender, serta hambatan partisipasi perempuan.

“Kita perlu lensa kacamata yang jernih untuk menangkap realita yang utuh yaitu sesuai pengalaman perempuan. Hanya saja, tanpa kesadaran lensa baca apapun tidak akan berguna. Maka, munculkan kesadaran sehingga muncul dorongan untuk membuat perubahan melalui tulisan,” kata Eva Sundari dalam paparannya.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Migran sekaligus Pengarah APN, Eva Sundari. Dok. Isitmewa

Peserta juga diajak menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan norma sosial, kebijakan, institusi, dan distribusi sumber daya. Pendekatan tersebut digunakan untuk menyusun gagasan berbasis fakta dan data dalam bentuk tulisan.

Panitia menyampaikan bahwa sebagian calon peserta tidak dapat bergabung karena kapasitas ruang Zoom terbatas hingga 100 peserta. Kendala tersebut menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

Di balik keterbatasan kapasitas ruang Zoom, antusiasme peserta ternyata menjangkau lebih banyak orang. Sejumlah peserta dari kantor-kantor daerah mengikuti kegiatan secara berkelompok melalui satu akun, bahkan menyelenggarakan nonton bareng (nobar).

Dalam tangkapan layar kegiatan, terlihat beberapa kelompok beranggotakan tujuh hingga sepuluh orang mengikuti sesi melalui satu perangkat. Praktik ini menunjukkan inisiatif peserta untuk memperluas akses belajar bersama.

Dengan demikian, jangkauan kegiatan tidak hanya tercermin dari jumlah akun yang masuk ke Zoom, tetapi juga dari orang-orang yang berkumpul dan belajar bersama di balik setiap akun. Jumlah keseluruhan peserta yang terjangkau masih perlu dihitung lebih lanjut.

(Muhamad Marup)