Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com
Kapitalisasi Pasar Minggu Ini Capai Rp14.941 Triliun, IHSG Naik 0,72%
Husen Miftahudin • 21 February 2026 12:00
Jakarta: Data perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan pada periode 16-20 Februari 2026 ditutup pada zona positif.
Kapitalisasi pasar BEI tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen menjadi Rp14.941 triliun dari Rp14.889 triliun pada pekan sebelumnya.
"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan juga mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen sehingga ditutup pada level 8.271,767, dari posisi 8.212,271 pada pekan lalu," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.
Selanjutnya rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat sebesar 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Kemudian, peningkatan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini, yaitu sebesar 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
"Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga turut meningkat, yaitu sebesar 3,02 persen menjadi Rp23,89 triliun dari Rp23,19 triliun pada pekan sebelumnya," papar dia.
Adapun investor asing pada Jumat, 20 Februari 2026, mencatatkan nilai beli bersih Rp240,57 miliar dan sepanjang 2026 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp14,42 triliun.
| Baca juga: BEI: Perlu Rp187 Triliun untuk Penuhi Ketentuan Free Float 15% |
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Satu pencatatan obligasi
Sementara itu, selama sepekan ini juga terdapat satu pencatatan obligasi di BEI. Pada Rabu (18/2), Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk telah resmi dicatatkan di BEI. Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok di BEI sebesar Rp1,150 triliun.
Dengan pencatatan obligasi tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2025 adalah 20 emisi dari 13 emiten senilai Rp15,71 triliun.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 672 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp549,76 triliun dan USD134,010595 juta yang diterbitkan oleh 133 emiten.
"Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta. Selain itu, BEI juga mencatat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak tujuh emisi senilai Rp3,69 triliun," urai Kautsar.