Kondisi perumahan karyawan PT Arara Abadi di Kecamatan Minas yang dinding telah roboh didorong oleh 11 kawanan gajah liar. ANTARA/HO-Polres Siak
Kawanan Gajah Liar Hancurkan Mes Karyawan Perkebunan di Siak
Whisnu Mardiansyah • 22 February 2026 19:36
Siak: Kawanan gajah liar dilaporkan merobohkan bangunan dan merusak kendaraan di kawasan perumahan karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Peristiwa terjadi pada Sabtu malam hingga Minggu pagi, 22 Februari 2026.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar membenarkan kejadian tersebut. Polisi segera memantau serta koordinasi dengan perusahaan dan pihak terkait guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
"Berdasarkan laporan dari Polsek Minas, kawanan gajah berjumlah sekitar 11 ekor masuk ke area perumahan karyawan sekitar pukul 07.00 WIB. Hewan tersebut sempat mendorong dan merobohkan tembok dinding mess sekuriti serta merusak tiga unit sepeda motor yang terparkir di lokasi," kata AKBP Sepuh di Siak seperti dilansir Antara, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menjelaskan, rangkaian kejadian sebenarnya sudah berlangsung sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, ketika kawanan gajah terdeteksi berada di sekitar area konsesi. Kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah 11 hingga 13 ekor itu masuk ke permukiman karyawan pada Minggu pagi.
Akibat amukan satwa tersebut, bangunan mess security mengalami kerusakan setelah tembok dinding didorong gajah. Sejumlah sepeda motor milik karyawan yang terparkir di lokasi juga dipijak-pijak hingga rusak berat. Sumber lain menyebut lima petak rumah karyawan dilaporkan hancur dalam insiden tersebut.
Dalam video berdurasi 38 detik yang beredar di kalangan warga, terlihat para karyawan berlarian menyelamatkan diri saat kawanan gajah semakin mendekat ke kompleks perumahan. Terdengar suara seorang karyawan berteriak panik saat kejadian itu.
Situasi kemudian berangsur kondusif setelah pada pukul 09.30 WIB kawanan gajah kembali masuk ke dalam kawasan hutan dan meninggalkan permukiman karyawan Menurut Kapolres, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kepolisian tetap mengimbau seluruh masyarakat dan pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.
"Kami mengutamakan langkah pencegahan dan keselamatan masyarakat. Personel di lapangan juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan serta pemangku kepentingan terkait untuk melakukan pemantauan lanjutan, sehingga potensi konflik antara manusia dan satwa dapat diminimalisir," katanya.
Kapolres Siak menegaskan, fenomena masuknya gajah ke area permukiman bukan hanya persoalan keamanan. Tetapi juga berkaitan dengan dinamika ekosistem dan ruang jelajah satwa yang semakin beririsan dengan aktivitas manusia.
Perubahan lanskap dan aktivitas industri di sekitar habitat alami disinyalir menjadi penyebab satwa liar keluar dari jalur jelajahnya. "Ketika habitat dan jalur migrasi terganggu, satwa akan mencari ruang baru. Di sinilah potensi konflik muncul," ujar Kapolres dalam kesempatan terpisah.

Kawanan gajah sumatra liar di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Oleh karena itu, lanjut Kapolres, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata represif, melainkan mengedepankan mitigasi dan langkah preventif.
"Kami mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan, untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan atau membahayakan satwa. Jika kembali terjadi pergerakan gajah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara terukur," tegasnya.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan serius. "Bahwasanya alam sudah bereaksi sendiri. Gajah-gajah liar mungkin sudah sangat terganggu dengan aktivitas perusahaan di jalur lintasan mereka," ujarnya. Kejadian ini menjadi sinyal bahwa batas ekologi antara satwa liar dan kawasan industri di Siak semakin sempit.
Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut serta langkah mitigasi agar konflik satwa dan manusia tidak kembali terulang . Saat ini, jajaran Polsek Minas bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi kejadian guna memastikan keamanan warga dan aktivitas perusahaan tetap berjalan normal.