Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.
Pramono: Jakarta Terbuka bagi Pendatang, tapi Harus Punya Kapasitas
Athiyya Nurul Firjatillah • 25 March 2026 14:18
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan Ibu Kota tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan bekerja. Namun, pemerintah menekankan pendatang harus memiliki kemampuan dan kesiapan untuk berkontribusi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan Jakarta tidak akan menutup diri terhadap arus urbanisasi pasca-Lebaran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap individu yang datang ke Jakarta harus memiliki kapasitas dan kapabilitas sesuai kebutuhan.
“Jadi bagi siapapun warga negara Indonesia yang mau datang ke Jakarta, Jakarta terbuka, tetapi Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja itu harus dengan kapasitas, kapabilitas, atau yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono, Rabu, 25 Maret 2026.
Pramono menambahkan, pemerintah akan melakukan penertiban terhadap kondisi di lapangan apabila diperlukan. Meski begitu, Ia memastikan Pemprov DKI tidak akan melakukan operasi yustisi terhadap pendatang.

Ilustrasi pendatang. Foto: MI.
“Jakarta sekarang ini dalam hal-hal yang seperti itu pasti akan kami memberikan ruang untuk ditertibkan. Tidak bisa orang kemudian datang tanpa memiliki kemampuan apapun dan menjadi beban. Tetapi sekali lagi, Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi,” sebut Pramono.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang datang ke Jakarta untuk mempersiapkan diri dan bekerja secara maksimal. Hal ini diharapkan agar setiap pendatang dapat beradaptasi serta berkontribusi sesuai kebutuhan di Ibu Kota.
“Jadi Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi kami meminta bagi siapapun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta, kami akan dengan senang hati,” tutup Pramono.