Gedung Pemkot Tangsel. Foto: Istimewa.
Jalan Flyover Ciputat Rusak, Pemkot Tangsel Koordinasi dengan Kementerian PUPR
Rahmatul Fajri • 25 March 2026 21:01
Jakarta: Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memperbaiki kerusakan di Flyover Ciputat. Langkah ini diambil merespons aksi warga yang melakukan perbaikan mandiri di jalur vital tersebut akibat kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengendara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, mengapresiasi kontrol sosial dan semangat gotong royong masyarakat. Namun, ia memberikan edukasi penanganan permanen terhadap jembatan layang tersebut berada di luar wewenang APBD Kota.
"Kami sangat memahami keresahan warga. Perlu kami sampaikan bahwa Flyover Ciputat merupakan bagian dari Jalan Nasional. Secara regulasi, kewenangan pemeliharaan dan perbaikannya berada di bawah Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR," ujar Asep dalam keterangannya, Rabu, 25 Maret 2026.
Meski demikian, Pemkot Tangsel menegaskan tidak tinggal diam. Komunikasi resmi dan surat desakan telah dilayangkan berkali-kali ke tingkat pusat agar perbaikan permanen segera direalisasikan.
"Pemkot Tangsel sudah melakukan koordinasi dan komunikasi secara intensif. Kami sudah memaparkan poin-poin mana saja yang butuh penanganan segera demi keamanan pengendara. Namun, harus kami akui sejauh ini belum ada progres atau realisasi fisik di lapangan dari pihak kementerian," ungkap Asep.

Gedung Pemkot Tangsel. Foto: Istimewa.
Mengingat tingginya mobilitas dan risiko kecelakaan di jalur tersebut, Wali Kota Benyamin Davnie menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk melakukan aksi jemput bola ke Jakarta. Pemkot Tangsel berkomitmen untuk terus mengawal agar perbaikan Flyover Ciputat masuk dalam daftar prioritas kerja nasional tahun ini.
"Bapak Wali Kota sudah menginstruksikan untuk segera melakukan follow up kembali. Kami akan meminta kejelasan jadwal perbaikan agar masyarakat mendapatkan kepastian. Kami tidak ingin kerusakan yang ada semakin parah dan membahayakan keselamatan warga," ujar Asep.