Ilustrasi kereta api. Foto: Dok. KAI.
KA Gajayana Tambahan Tertemper Orang di Petak Maguwo-Brambanan
Ahmad Mustaqim • 25 March 2026 12:14
Sleman: Kecelakaan melibatkan kereta api (KA) terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada pukul 07.53 WIB, Rabu, 25 Maret 2026. Peristiwa tersebut dialami KA 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir-Malang yang tertemper orang di kilometer 155+3/4 petak jalan antara Maguwo-Brambanan, Jawa Tengah.
"Penemper kemudian sudah ditangani oleh kepolisian setempat," kata Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Feni mengungkapkan KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan terjadinya insiden temperan terhadap kereta api. Pihaknya belum mengetahui kondisi terkini korban yang tertemper.
Seluruh awak dan penumpang KA 7002A Gajayana Tambahan dilaporkan dalam kondisi selamat dan aman. KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas kejadian tersebut.
"KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan diharapkan tidak terjadi di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku dan tidak beraktivitas di jalur KA karena jalur KA merupakan area steril hanya untuk perjalanan KA," ujar dia.
Selain selalu waspada, berhati-hati, dan disiplin mematuhi rambu-rambu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas yang tidak semestinya di perlintasan sebidang maupun jalur kereta api. Pasalnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan petugas, penumpang kereta api, serta pengguna jalan lainnya.
.jpg)
Ilustrasi penumpang kereta api. Foto: MI/Susanto.
KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk tidak membuat perlintasan liar. Masyarakat juga diingatkan agar tidak beraktivitas di jalur kereta api karena area tersebut merupakan kawasan steril dan berisiko, yang hanya diperuntukkan bagi petugas operasional serta perawatan prasarana.
"Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami imbau seluruh masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur KA, melintas hanya di perlintasan resmi saja dan tidak membuat perlintasan liar. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," ungkap Feni.