Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat mengawali kunjungan kerja di Arab Saudi. Foto: ANTARA/HO - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)
Wamenhaj Pastikan Persiapan Haji 2026 Lancar di Tengah Konflik Timteng
Fachri Audhia Hafiez • 29 March 2026 11:43
Jakarta: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan persiapan penyelenggaraan Haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana meskipun eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung. Pemerintah terus melakukan koordinasi intensif guna menjamin kelancaran operasional bagi seluruh jamaah.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun pihak Arab Saudi. Insya Allah, keberangkatan pertama jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” kata Dahnil dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 29 Maret 2026.
Dahnil menjelaskan bahwa saat mengawali kunjungan kerja di Arab Saudi, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan operasional serta berkoordinasi dengan otoritas setempat. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para calon tamu Allah.
Di samping kesiapan teknis, Dahnil juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran rukun Islam kelima tersebut.
“Kita berdoa kepada Allah SWT semoga penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman, bagi seluruh jamaah. Kami juga memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberikan kemudahan,” ungkapnya.
Dahnil menekankan bahwa ibadah haji merupakan simbol perdamaian dunia yang kuat, terutama di tengah dinamika konflik global saat ini. Ia berharap nilai-nilai universal dalam haji dapat menginspirasi negara-negara yang bertikai untuk mengedepankan dialog.
(6).jpg)
Ilustrasi haji. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
“Kita berharap eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menurun, sehingga pelaksanaan haji bisa berlangsung dengan aman. Haji memiliki pesan kuat tentang perdamaian, kesetaraan umat manusia, serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” jelas Dahnil.
Menurutnya, haji harus menjadi instrumen untuk menghadirkan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Dahnil pun menyampaikan dukungannya terhadap langkah-langkah diplomatik yang diambil pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas global.
“Kita berdoa semoga berbagai upaya yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dialog antar pemimpin dunia dapat membawa perdamaian global,” kata Dahnil.