Ancaman Kekeringan Intai Jawa Timur Mulai April

Ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Ancaman Kekeringan Intai Jawa Timur Mulai April

Silvana Febiari • 28 March 2026 10:00

Surabaya: Sejumlah wilayah di Jawa Timur masih dilanda banjir. Meski begitu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang akan terjadi pada tahun 2026. 

“Hari ini kita masih melihat banjir di beberapa titik, saat yang sama pun kita harus bersiap, informasi dari BMKG bulan April ini telah mulai kekeringan. Nanti akan terus meningkat prediksi puncaknya bulan Agustus, prediksi puncaknya,” ujar Khofifah dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 27 Maret 2026. 
 


Sementara itu, Kepala BNPB dalam paparannya menekankan pentingnya mitigasi dalam setiap potensi bencana. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam mengurangi dampak bencana.

“Kami sudah rapat dengan Gubernur Jawa Timur ini rapatnya adalah menghadapi bencana hidrometeorologi kering, kebakaran dan kemarau panjang. Kenapa sudah dibicarakan saat ini, karena prediksi BMKG tidak lama lagi memasuki musim kemarau,” kata Suharyanto.

“Kita sudah sepakat bahwa untuk mengatasi kekeringan tidak bisa diatasi salah satu institusi, harus berkolaborasi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten kota sampai pemerintah pusat,” lanjutnya.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan serangkaian kegiatan di Jawa Timur. (Dokumentasi/ BNPB)


Ia menyebutkan langkah yang akan dilakukan meliputi, apel gelar pasukan dan peralatan, operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga melakukan operasi pemadaman dengan helikopter water bombing.

“Penguatan satgas darat, segera adakan apel personel dan peralatan, bantuan sumur dan mengalirkan air dari sumber air yang jauh. Jika diperlukan OMC untuk mengisi embung, kolam-kolam renang yang mana bisa dijadikan sumber air dari kolam renang,” ungkapnya.

Selanjutnya, BNPB akan menyiagakan helikopter water bombing jika eskalasi cuaca meningkat. Pesawat dan helikopter juga disiapkan dari Lanud Madiun dan Juanda untuk mendukung operasi tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)