Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan serangkaian kegiatan di Jawa Timur. (Dokumentasi/ BNPB)
Pendangkalan Sungai Jadi Penyebab Pasuruan Langganan Banjir Tiap Tahun
Silvana Febiari • 28 March 2026 09:29
Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan serangkaian kegiatan di Jawa Timur. Setibanya di Surabaya, ia langsung menuju Kabupaten Pasuruan yang sedang dilanda banjir sejak Selasa, 24 Maret 2026.
Selain curah hujan yang tinggi, menurut Suharyanto, banjir di Pasuruan juga disebabkan oleh pendangkalan sungai di wilayah tersebut.
“Daerah ini setiap tahun ketika musim hujan selalu terjadi banjir serupa, karena wilayah ini relatif lebih rendah dari permukaan sungai. Badan sungainya sudah relatif menyempit dan dangkal,” ungkap Suharyanto di Kantor Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jumat, 27 Maret 2026.
Pihaknya akan melakukan langkah-langkah penanganan darurat sesuai kewenangan BNPB. Salah satunya berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait lainnya.
“Pemerintah setempat dan kementerian PU sudah lakukan normalisasi sungai. Akan kita lakukan penanganan terpadu lintas lembaga mulai jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jangka pendek dipastikan tertangani, kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi,” tuturnya.
Lebih lanjut, upaya jangka menengah berupa normalisasi sungai perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini penting agar dampak banjir tidak semakin meningkat dari tahun ke tahun saat musim hujan.
“Jangka panjang, permasalahan ini akan kami bawa ke tingkat pusat dan berkoordinasi untuk menentukan langkah-langkah lanjutan,” imbuhnya.
.jpeg)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan serangkaian kegiatan di Jawa Timur. (Dokumentasi/ BNPB)
Usai berdiskusi dengan Forkopimda, Suharyanto meninjau shelter yang digunakan sebagai dapur umum dan menyapa sejumlah petugas yang sedang memasak makanan bagi penyintas. Sebanyak 1.500 bungkus nasi dan lauk diproduksi di lokasi ini.
Selain itu, dirinya memeriksa ketersediaan logistik yang ada pada shelter tersebut. “Bagus ada shelter, jadi sudah siap kalau ada bencana. Kesiapan ini menjadi hal yang patut mendapatkan apresiasi,” tuturnya.