Kebutuhan Dasar Korban Banjir Pasuruan Dipastikan Terpenuhi

Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto (tengah rompi hijau) saat meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Beji, Pasuruan, Jumat, 27 Maret 2026. ANTARA/HO-Pemkab Pasuruan

Kebutuhan Dasar Korban Banjir Pasuruan Dipastikan Terpenuhi

Silvana Febiari • 27 March 2026 23:56

Pasuruan: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan darurat terhadap korban banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berjalan optimal. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat terdampak.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto, menyebutkan petugas dan relawan gabungan terus berupaya mendistribusikan makanan bagi warga. Prioritas diberikan di Kecamatan Beji dan Rejoso, yang terdampak paling parah dalam banjir kali ini.

"Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti penyaluran makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya dilaksanakan baik di pos pengungsian, maupun pengiriman menuju warga yang bertahan di lantai atas rumah masing-masing," kata Suharyanto, dilansir dari Antara, Jumat, 27 Maret 2026. 
 


Suharyanto mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang sigap dalam penanganan darurat. Pasalnya, mereka membangun posko berlindung atau shelter kebencanaan untuk mengatur logistik warga.

Di sisi lain, ia menuturkan banjir di Kecamatan Beji masih membutuhkan penanganan serius. Beberapa permukiman warga, seperti di Desa Kedungringin dan Kedungboto, berada di elevasi tanah lebih rendah daripada muka air Sungai Wrati yang melintasi wilayah tersebut.

"Untuk saat ini, solusi jangka menengah yang dapat dilakukan adalah normalisasi Sungai Wrati yang memang kondisinya mengalami penyempitan lebar dan pendangkalan dasar sungai," ungkap Suharyanto.


Kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Pasuruan, Selasa, 23 Maret 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Pasuruan


Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, serta Pemkab Pasuruan akan segera melaksanakan rapat guna membahas solusi jangka panjang terhadap permasalahan tersebut.

Ia menilai, solusi jangka panjang yang dapat dibahas lebih lanjut di tingkat pusat termasuk kemungkinan relokasi permukiman hingga rekayasa aliran Sungai Wrati. Tujuannya untuk mencegah banjir kembali menggenangi rumah warga di masa mendatang.

Sebagai informasi, banjir di Kabupaten Pasuruan terjadi sejak Selasa malam, 24 Maret 2026, usai wilayah tersebut diguyur hujan lebat selama beberapa jam yang mengakibatkan ribuan rumah warga di 11 kecamatan tergenang. Hingga kini, banjir masih menggenangi sejumlah titik terutama di Kecamatan Beji dan Rejoso.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)