Ilustrasi polisi lalu lintas. Foto: Medcom.id.
Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Kedatangan PM Malaysia
Anggi Tondi Martaon • 27 March 2026 11:09
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah jalan protokol. Ha l itu dilakukan terkait kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia pada Jumat, 27 Maret 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan penutupan tersebut bersifat sementara. "Sama seperti pengamanan VVIP lainnya, penutupan hanya saat rangkaian (rombongan) kebesaran melintas," kata Komarudin dikutip dari Antara, Jumat, 27 Maret 2026.
Komarudib menyebutkan, beberapa ruas jalan protokol akan dilakukan rekayasa mulai pukul 15.30 WIB. Berikut daftar rekayasa lalu lintas, yaitu:
- Jalan Halim Perdanakusuma
- Jalan MT Haryono
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan Sudirman
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Merdeka Barat
Baca Juga :
Anwar Ibrahim Akan Temui Prabowo, Bahas Geopolitik dan Kepastian Jalur Perdagangan Global
"Perdana Menteri Dato’ Seri Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan khusus ke Jakarta, Republik Indonesia, pada 27 Maret 2026, atas undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di Kuala Lumpur, Kamis, 26 Maret 2026.
Wisma Putra mengungkapkan kunjungan tersebut akan berfokus pada perkembangan geopolitik terkini, khususnya konflik di Asia Barat, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global, termasuk implikasinya bagi Malaysia dan Indonesia.

PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Bernama.
Selain itu, Wisma Putra menilai perkembangan terbaru itu memerlukan pembahasan yang komprehensif, cermat, dan terkoordinasi antara kedua negara guna menyelaraskan posisi serta memperkuat kerja sama strategis dalam merespons situasi tersebut.
Dalam konteks itu, pertemuan kedua pemimpin diharapkan dapat mengintensifkan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan memastikan keberlanjutan jalur perdagangan global serta rantai pasok yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Pertemuan tersebut juga akan menegaskan pentingnya memperkuat peran ASEAN sebagai blok yang bersatu dan berprinsip, sehingga kawasan dapat bertindak secara kolektif dalam menjaga perdamaian, mempertahankan stabilitas regional, serta melindungi ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.