IRGC mengklaim rudal balistik Iran menyerang kapal induk dan kapal perusak AS. (Anadolu Agency)
IRGC Klaim Serang Kapal Induk dan Perusak AS dengan Rudal Balistik
Willy Haryono • 6 September 2026 10:26
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal balistik terhadap kapal induk Amerika Serikat (AS) pada Minggu, 6 September 2026.
Mengutip Anadolu, IRGC juga mengklaim serangan tersebut menargetkan sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS. Menurut IRGC, kedua kapal mengalami kerusakan dan meninggalkan area pertempuran.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Iran IRNA, IRGC mengatakan Pasukan Dirgantaranya meluncurkan rudal ke arah dua kapal perang AS tersebut.
IRGC mengeklaim kedua kapal sebelumnya mengganggu kapal-kapal Iran dan terlibat dalam blokade maritim. Setelah serangan, keduanya disebut meninggalkan “area pertempuran” karena mengalami kerusakan.
IRGC juga mengatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengakui dua kapal perang Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan. Menurut IRGC, pernyataan tersebut menjadi konfirmasi atas operasi yang mereka lakukan.
Namun, klaim tersebut berbeda dengan keterangan CENTCOM.
CENTCOM mengatakan Iran memang meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS yang sedang melakukan patroli di perairan kawasan. Namun, kedua kapal berhasil menghindari serangan tersebut dan tidak ada personel AS yang terluka.
Tidak ada konfirmasi dari pihak AS mengenai klaim IRGC bahwa kedua kapal mengalami kerusakan.
IRGC Ancam Respons Lebih Keras
IRGC memperingatkan bahwa berlanjutnya tindakan militer AS akan memicu respons yang “lebih keras” dari angkatan bersenjata Iran.Sehari sebelumnya, Angkatan Laut IRGC mengklaim telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta tiga kapal yang terkait dengan AS di lokasi lain.
IRGC menyebut serangan tersebut sebagai respons atas serangan AS terhadap kapal-kapal tanker Iran.
Ketegangan antara kedua negara terus berlangsung sejak AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran pada Februari.
Konflik tersebut juga berdampak pada keamanan pelayaran di kawasan, terutama di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. (Razaqa Hariz)
Baca juga: IRGC Klaim Sejumlah Tentara AS Tewas dalam Serangan di Pangkalan Udara Kuwait