Lebih dari 230 Mantan Pejabat Belanda Desak Langkah Tegas Terhadap Israel

Pasukan Israel menjaga proses penghancuran rumah warga Palestina di Tepi Barat. Foto: Anadolu

Lebih dari 230 Mantan Pejabat Belanda Desak Langkah Tegas Terhadap Israel

Fajar Nugraha • 3 September 2026 07:38

Den Haag: Lebih dari 230 mantan pejabat Belanda mendesak pemerintahnya untuk mengambil langkah lebih tegas terhadap Israel terkait tindakannya di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

“Para penandatangan -,yang mencakup mantan menteri, duta besar, diplomat, dan pegawai negeri,- menyerukan embargo senjata menyeluruh serta penangguhan Perjanjian Asosiasi UE-Israel,” sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Belanda, NOS, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 3 September 2026.

Dalam surat yang ditujukan kepada pemerintah, mereka menyatakan bahwa langkah-langkah yang telah diambil sejauh ini -,termasuk larangan terhadap produk dari permukiman ilegal Israel,- tidak memadai mengingat situasi di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa Belanda harus mengambil langkah-langkah "yang proporsional dengan tingkat keseriusan dan cakupan pelanggaran yang dimaksud."

Di antara para penandatangan terdapat mantan politisi seperti Job Cohen, Jozias van Aartsen, Jan Pronk, dan Ahmed Aboutaleb, serta mantan diplomat Angelique Eijpe.

Mereka juga menyerukan penyelidikan atas kemungkinan keterlibatan warga negara Belanda dan Israel yang tinggal di Belanda -,yang pernah bertugas di militer Israel,- dalam kejahatan internasional.

Pemerintah Belanda menyatakan lebih memilih untuk mengambil langkah terhadap Israel dalam kerangka kerja Eropa.

Surat ini menyusul seruan-seruan sebelumnya dari mantan pejabat Belanda agar tindakan lebih tegas diambil terhadap Israel, termasuk seruan yang disampaikan pada Maret dan September.

Pada 22 Agustus, hampir 100 mantan duta besar Prancis dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak pemerintah masing-masing untuk bertindak bersama demi menegakkan hukum internasional di Palestina.

(Fajar Nugraha)