Pertempuran di Ukraina Timur Meningkat, Ledakan Guncang Kyiv dan Krimea

Kerusakan akibat pertempuran antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022. (Anadolu Agency)

Pertempuran di Ukraina Timur Meningkat, Ledakan Guncang Kyiv dan Krimea

Willy Haryono • 6 July 2026 08:19

Kyiv: Ukraina dan Rusia kembali saling melancarkan serangan pada Senin dini hari, 6 Juli 2026, dengan ledakan dilaporkan terjadi di Kyiv dan Kota Sevastopol di Semenanjung Krimea mengalami pemadaman listrik akibat gempuran terhadap infrastruktur energi.

Menurut kantor berita AFP, lebih dari 10 ledakan terdengar di Kyiv saat peringatan serangan rudal balistik diberlakukan.

Kepala Administrasi Militer Kyiv Serhiy Popko mengatakan Rusia melancarkan serangan menggunakan rudal balistik. "Musuh menyerang dengan rudal balistik," tulis Popko melalui Telegram.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sistem pertahanan udara kota diaktifkan untuk menghadapi serangan tersebut.

Ia kemudian menyebut Kyiv sedang menghadapi serangan besar-besaran. Salah satu bangunan permukiman dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara sejumlah warga diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.

Di sisi lain, Gubernur Sevastopol Mikhail Razvozhayev mengatakan kota itu mengalami pemadaman listrik sementara setelah serangan yang disebut menyasar infrastruktur energi.

"Setelah serangan musuh terhadap infrastruktur energi di dekat Sevastopol, kota kami sementara mengalami pemadaman listrik," tulis Razvozhayev di Telegram.

Pertukaran serangan terbaru terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pertempuran masih berlangsung di Kota Kostyantynivka, wilayah strategis di Donetsk, meski Rusia mengklaim telah menguasainya.

Sebelumnya, Moskow mengumumkan telah merebut kota tersebut, yang menjadi salah satu jalur penting menuju kota-kota besar di wilayah Donetsk. Namun, Kyiv membantah klaim itu dan menegaskan pasukan Ukraina masih mempertahankan wilayah tersebut.

Zelensky juga memperingatkan bahwa Rusia diduga tengah menyiapkan serangan besar baru menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Türkiye pekan ini.

"Intelijen kembali memperoleh informasi bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru," katanya.

Dalam serangan Rusia pada Minggu, sedikitnya empat orang dilaporkan tewas akibat serangan drone dan rudal di berbagai wilayah Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina, yang merupakan konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, telah berlangsung hampir empat setengah tahun.

Baca juga:  Zelensky dan Trump Bahas Situasi Terkini Terkait Perang Melawan Rusia

(Willy Haryono)