ADB Kucurkan USD70 Miliar Bangun Jaringan Listrik Pan-Asia

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

ADB Kucurkan USD70 Miliar Bangun Jaringan Listrik Pan-Asia

Eko Nordiansyah • 4 May 2026 12:17

Samarkand: Asian Development Bank (ADB) kembali menegaskan komitmen raksasanya dalam memacu pertumbuhan ekonomi kawasan. Institusi finansial multilateral tersebut bersiap mengucurkan dana senilai USD70 miliar hingga 2035 untuk mengakselerasi inisiatif energi terbarukan dan infrastruktur digital di Asia dan Pasifik.

Melansir dari laman resmi ADB, dari total dana jumbo tersebut, porsi terbesar yakni senilai USD50 miliar akan dialokasikan secara spesifik untuk membiayai proyek Inisiatif Jaringan Listrik Pan-Asia (Pan-Asia Power Grid Initiative).

Presiden ADB Masato Kanda menegaskan, ketahanan energi dan akses digital merupakan fondasi krusial yang akan menentukan arah masa depan Asia-Pasifik.

“Kedua inisiatif ini membangun sistem yang diperlukan Asia dan Pasifik untuk berkembang, bersaing, dan saling terhubung. Dengan terhubungnya jaringan-jaringan listrik dan jaringan digital lintas batas, kita dapat menurunkan biaya, mengembangkan kesempatan, dan dapat mendatangkan akses listrik dan digital yang andal untuk jutaan orang,” kata Kanda, dikutip dari laman ADB, Senin, 4 Mei 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Integrasi energi lintas negara

Dalam merealisasikan Pan-Asia Power Grid, ADB akan bersinergi dengan pemerintah, entitas penyedia listrik, sektor swasta, dan mitra pembangunan. Proyek raksasa tersebut dirancang untuk beralih dari sekadar perjanjian energi bilateral menuju pendekatan regional dalam tata niaga kelistrikan.

Fokus investasi akan diarahkan pada penyatuan transmisi jaringan lintas batas, pembangunan gardu induk, fasilitas penyimpanan energi hibrida, hingga digitalisasi sistem kelistrikan.

Menjelang target tahun 2035, ADB memproyeksikan inisiatif ini mampu memberikan dampak transformatif di antaranya mentransmisikan sekitar 20 gigawatt (GW) energi terbarukan secara lintas batas, mengintegrasikan 22 ribu kilometer-sirkuit jaringan kelistrikan, memperluas dan memperbaiki akses listrik bagi 200 juta penduduk, menstimulasi penciptaan 840 ribu lapangan kerja baru, dan mereduksi emisi karbon dari jaringan listrik regional hingga 15 persen.

ADB berkomitmen membiayai separuh dari kebutuhan USD 50 miliar tersebut menggunakan kas internal perusahaan. Sementara sisa pendanaan akan dihimpun melalui skema pembiayaan bersama, termasuk pelibatan modal dari sektor swasta.

Sebagai langkah di fase awal, ADB juga menyuntikkan dana bantuan teknis senilai USD 10 juta. Dana tersebut difokuskan untuk menyelaraskan regulasi lintas negara, mengadopsi standar teknis yang seragam, serta menyusun studi kelayakan guna memuluskan jalannya proyek-proyek besar tersebut.

Inisiatif ini dirancang untuk memperkokoh dan mengintegrasikan fondasi kerja sama subregional yang telah eksis sebelumnya. Sinergi ini mengadopsi elemen-elemen dari program Kerja Sama Ekonomi Subregional Asia Selatan, rencana interkoneksi Inisiatif Teluk Benggala, Jaringan Listrik ASEAN, serta Strategi Energi Kerja Sama Ekonomi Regional Asia Tengah 2030.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)