Ilustrasi Jalan Tol. Foto: Jasa Marga
Transformasi Digital Jasa Marga Ubah Kebiasaan Berkendara di Jalan Tol Lewat Aplikasi
Antonio • 30 April 2026 22:06
Jakarta: Perjalanan di jalur bebas hambatan tak selamanya lancar seperti yang dibayangkan. Para pengemudi kerap kali dihadapkan pada ketidakpastian, di mana titik kemacetan mulai mengular, rest area mana yang masih menyediakan tempat istirahat, hingga berapa lama waktu tempuh yang tiba-tiba berubah.
Dalam situasi yang penuh teka-teki ini, banyak pengguna jalan mulai beralih ke informasi yang dapat diakses seketika, cukup dari genggaman tangan. Transformasi digital berkendara di jalan tol semakin terasa nyata dengan hadirnya aplikasi peta digital yang tidak hanya menunjukkan rute, tetapi juga kondisi lalu lintas secara langsung. Kini, pengendara tak perlu lagi bertanya-tanya; cukup membuka layar ponsel, seluruh rekam jejak jalur tol pun terpantau.
Menjawab kebutuhan akan kepastian di atas aspal itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menghadirkan sebuah inovasi yang disebut sebagai "teman setia" bagi pengguna tol, Travoy. Aplikasi ini menyuguhkan kondisi arus lalu lintas secara langsung (real-time), yang dilengkapi dengan akses kamera pemantau (CCTV), informasi tarif terkini, lokasi serta fasilitas tempat istirahat (rest area), stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), hingga layanan derek (towing).
Warga Jakarta Timur, Muhammad Mar’ie, 32, membagikan pengalamannya memanfaatkan Travoy. Mar’ie yang sehari-hari rutin bepergian untuk bekerja maupun berpergian ke luar kota mengakui bahwa Travoy sangat berperan dalam membantu merencanakan perjalanannya.
"Saya menggunakan Travoy karena sangat membantu selama di perjalanan. Saya bisa mengecek kondisi jalan terlebih dahulu, baru kemudian memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melaju atau beristirahat," ujar Mar’ie saat ditemui, Kamis, 30 April 2026.
Mar’ie mengaku merasa sangat terbantu dengan kehadiran super-app ini. Kemampuan untuk mengetahui kondisi terkini di jalur tol memberinya rasa aman dan kendali penuh selama berkendara.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh pengendara lain, warga Kota Bekasi, Valentino Yoga, 33. Pria yang akrab disapa Valen ini menyampaikan bahwa informasi yang tersedia di Travoy membuat setiap perjalanannya terasa lebih terencana dan tidak lagi mengandalkan firasat semata.
“Kalau lagi di jalan terus tiba-tiba melihat kemacetan, kami sudah siap mental. Tidak kaget lagi. Travoy sangat membantu untuk mengambil keputusan, baik sebelum berangkat maupun ketika sedang dalam perjalanan,” tutur Valen.

Aplikasi Travoy. Dokumentasi Jasa Marga
Kehadiran informasi real-time ini secara perlahan mengubah kebiasaan Valen yang dulu lebih banyak bersandar pada perkiraan kasar. Kini, setiap keputusan berpindah jalur atau mencari tempat singgah dapat diambil berdasarkan kondisi paling mutakhir di lapangan, hanya dalam satu genggaman aplikasi.
Tidak hanya soal volume lalu lintas, Valen juga merasa lebih mudah menentukan titik berhenti. Informasi detail mengenai rest area memungkinkannya merencanakan jeda perjalanan secara sadar, bukan sekadar berhenti karena kelelahan yang mendera.
"Sekarang kalau mau berhenti, sudah tahu dari awal mau singgah di mana," kata Valen.
Travoy Mendukung Keputusan dalam Kebijakan Pengelolaan Lalu Lintas
Kehadiran Travoy bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia sangat bermanfaat bagi pengguna jalan tol. Di sisi lain, aplikasi ini juga menjadi alat bantu vital bagi operator jalan tol dalam merumuskan kebijakan pengelolaan arus kendaraan.
Vice President Corporate Communication and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa Travoy merupakan bagian dari inovasi transformasi digital Jasa Marga. Aplikasi ini diyakini mampu meningkatkan kualitas layanan kepada publik secara signifikan.
“Tidak hanya informasi yang dihadirkan secara real-time, lebih dari itu, Travoy mampu menjadi 'teman setia' pengguna jalan, dimulai dari saat perencanaan perjalanan di jalan tol hingga tiba di tujuan dengan lebih efisien,” kata Ria.
Ria menambahkan, Travoy diproyeksikan terus berkembang menjadi kanal komunikasi resmi antara operator jalan tol dan para pengguna. Dengan begitu, informasi yang diterima masyarakat akan selalu akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dari sisi Jasamarga Transjawa Tol sebagai bagian dari Jasa Marga Grup yang merupakan pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Travoy juga berperan sebagai tools untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience). Terlihat dari dukungan data berbasis kondisi real-time yang ada di Travoy, aplikasi ini mampu mendukung pengambilan keputusan dalam kebijakan pengelolaan lalu lintas, terutama pada masa libur panjang,” ujarnya.
Ria menegaskan bahwa Travoy bukanlah sekadar pelengkap layanan. Aplikasi ini telah menjadi komponen penting dalam ekosistem tol modern yang secara spesifik menjawab kebutuhan pengguna, khususnya pada momen-momen dengan mobilitas tinggi seperti periode cuti bersama dan arus mudik.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa Travoy diluncurkan untuk memperkuat layanan publik secara menyeluruh. “Melalui inovasi ini (Travoy), kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan mulai dari tahap perencanaan, perjalanan, hingga pasca-perjalanan,” kata Rivan.
Rivan menjelaskan bahwa aplikasi Travoy dihadirkan sebagai asisten digital perjalanan yang mengintegrasikan berbagai layanan informasi dan transaksi jalan tol ke dalam satu platform terpadu.
“Ke depannya, Aplikasi Travoy dapat menjadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat urban yang inklusif, sekaligus menjadi jembatan konektivitas bagi pergerakan ekonomi nasional,” ujarnya.
Rivan juga menekankan bahwa Travoy dikembangkan dengan memerhatikan perkembangan teknologi terkini. "Aplikasi Travoy dikembangkan untuk kebutuhan era sekarang yang sangat personal dan dapat disesuaikan (personalized dan customized)," ujar Rivan.