Tanggamus Raih Penghargaan Tata Kelola Transparan di National Governance Awards 2026

Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi. (Dok. Metro TV)

Tanggamus Raih Penghargaan Tata Kelola Transparan di National Governance Awards 2026

Duta Erlangga • 30 April 2026 19:01

Jakarta: Kabupaten Tanggamus meraih penghargaan kategori Top Regency in Transparency Administrative Governance dalam ajang National Governance Awards 2026 yang diselenggarakan Metro TV pada Jumat, 24 April 2026.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.

Ajang National Governance Awards 2026 yang diselenggarakan Metro TV pada Jumat, 24 April 2026. (Dok. Metro TV)

Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah yang jatuh pada 25 April, sekaligus menjadi ajang penghargaan bagi pemerintah daerah yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dan terobosan bagi masyarakat.

Kabupaten Tanggamus dinilai berhasil menerapkan tata kelola administrasi yang transparan melalui modernisasi sistem, penguatan kapasitas aparatur, serta digitalisasi layanan publik guna mendukung pemerintahan berkelanjutan. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi.
 

Baca Juga:

Tanggamus Raih Penghargaan Tata Kelola Terbaik di National Governance Awards 2026


Profil Kabupaten Tanggamus

Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu wilayah di Lampung yang memadukan pesona laut, pegunungan, nilai sejarah, serta kekayaan sumber daya alam. Terletak di pesisir barat daya Provinsi Lampung, kabupaten ini berpusat di Kota Agung dan dikenal sebagai wilayah yang menghadap langsung ke Teluk Semaka, salah satu teluk terbesar di Lampung.

Lanskap Tanggamus sangat variatif, mulai dari garis pantai yang panjang, dataran rendah, kawasan pertanian, hingga perbukitan dan pegunungan. Gunung Tanggamus berdiri kokoh sebagai penanda geografis sekaligus identitas daerah yang menjadi asal-usul nama kabupaten ini.

Secara administratif, sejarah modern Tanggamus dimulai sejak diresmikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997 pada 21 Maret 1997 sebagai hasil pemekaran dari wilayah Lampung Selatan.

Namun, jejak peradabannya jauh lebih tua; catatan pemerintah setempat menunjukkan Kota Agung telah memiliki struktur pemerintahan di bawah kolonial Belanda pada akhir abad ke-19, berdampingan dengan kehidupan masyarakat adat yang memegang teguh struktur lima marga.

Dengan luas daratan sekitar 2.855,46 km² and wilayah laut mencapai 1.799,50 km², Tanggamus memiliki total wilayah seluas 4.654,98 km². Portal resmi pemerintah mencatat daerah ini terdiri dari 20 kecamatan dan 299 desa/kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 638.652 jiwa.

Kondisi topografi yang didominasi perbukitan dan pegunungan (sekitar 40 persen) memberikan karakter pembangunan yang unik. Tanggamus tidak hanya unggul sebagai daerah pesisir, tetapi juga sebagai kawasan agraris yang menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, hingga energi panas bumi serta pertambangan seperti emas, granit, dan marmer.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)