Ilustrasi dolar AS. MI/Ramdani
Dolar AS Stagnan, Yen hingga Euro Naik Tipis
Eko Nordiansyah • 4 May 2026 08:58
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) terpantau stabil pada perdagangan Asia Senin, 4 Mei 2026.
Pasar tetap berhati-hati di awal perdagangan setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan memulai upaya pada Senin pagi untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz sebagai "isyarat kemanusiaan" untuk membantu negara-negara netral dalam perang AS-Israel dengan Iran.
Dikutip dari Investing.com, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, tetap stabil di 98.144.
Yen menguat
Sementara yen sedikit menguat setelah beberapa sesi yang bergejolak menyusul dugaan intervensi oleh otoritas untuk memperkuat mata uang pekan lalu.Yen naik tipis 0,1 persen menjadi 156,885 terhadap dolar, setelah mata uang Jepang menguat 1,4 persen selama bulan lalu, kenaikan yang hampir seluruhnya disebabkan oleh langkah pada hari Kamis setelah otoritas secara luas diduga telah turun tangan.
Para pejabat Tokyo menolak untuk mengkonfirmasi apakah mereka telah melakukan intervensi, tetapi sumber mengatakan kepada Reuters bahwa otoritas memang melakukan aktivitas pembelian yen untuk pertama kalinya dalam dua tahun.
Baca Juga :
Kontrak Berjangka Saham AS Stabil

(Ilustrasi yen Jepang. Foto: iStock)
Para analis mempertanyakan apakah intervensi unilateral, upaya ketiga dalam empat tahun terakhir, akan terbukti efektif.
"Fokus utama adalah apakah intervensi lebih lanjut akan terjadi, mengingat Jepang tutup untuk liburan Golden Week dan likuiditas akan lebih tipis selama waktu ini," kata kepala riset FX di ANZ Bank di Sydney Mahjabeen Zaman.
"Dan yang lebih penting, apakah AS akan bergabung dengan upaya Jepang dalam mendukung yen. Jika yen melemah lebih lanjut, Anda dapat berpendapat bahwa kemungkinan intervensi bilateral meningkat," tambahnya.
Mata uang utama naik tipis
Di sis lain, dolar Australia naik 0,1 persen menjadi USD0,7211, sementara dolar Selandia Baru naik 0,2 persen menjadi USD0,5905.Bank Sentral Australia dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan berikutnya pada hari Selasa, dengan sebagian besar analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan suku bunga acuan menjadi 4,35 persen.
Pekan lalu, dua pengecer bahan makanan terbesar di Australia memperingatkan tentang meningkatnya tekanan harga karena perang Iran mendorong kenaikan biaya bahan bakar dan bahan baku bagi pemasok.
Euro naik 0,1 persen menjadi USD1,1730 setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz berusaha meredam keretakan hubungan dengan Trump setelah rencana pengurangan pasukan diumumkan.
Kementerian ekonomi negara itu mengatakan pada hari Minggu bahwa Berlin juga berhubungan dengan Komisi Eropa saat mengadakan pembicaraan dengan Washington, setelah Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan menaikkan tarif mobil dan truk dari Uni Eropa menjadi 25 persen.
Poundsterling Inggris naik 0,1 persen menjadi USD1,3586.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com