Trump Patok Tarif 100% untuk Impor Obat Generik Mulai 2028

Presiden AS Donald Trump. Foto: Anadolu Agency.

Trump Patok Tarif 100% untuk Impor Obat Generik Mulai 2028

Husen Miftahudin • 23 July 2026 08:47

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh impor obat generik mulai 2028. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendorong perusahaan farmasi memindahkan fasilitas produksinya ke Amerika Serikat.
 
Mengutip Investing.com, Kamis, 23 Juli 2026, Trump menyampaikan obat generik masih akan dibebaskan dari tarif selama dua tahun ke depan. Setelah masa tersebut berakhir, seluruh impor obat generik akan dikenai bea masuk sebesar 100 persen.
 
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan tarif tersebut selanjutnya akan dinaikkan menjadi 200 persen.
 
"Ini dilakukan untuk mengembalikan produksi farmasi generik ke Amerika, dengan sanksi bagi perusahaan-perusahaan yang memutuskan untuk tidak membangun pabrik dan peralatan dalam jangka waktu yang telah ditentukan," kata Trump.
 



(Ilustrasi obat dan farmasi. Foto: Freepik)
 

Pecut produksi farmasi lokal

 
Sebelumnya, Trump telah menandatangani proklamasi yang memberlakukan tarif 100 persen terhadap impor obat-obatan yang masih dipatenkan. Sejak awal masa jabatannya, ia juga mendorong penerapan tarif terhadap berbagai produk farmasi impor lainnya.
 
Menurut Trump, kebijakan tarif tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri oleh perusahaan farmasi besar sehingga ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi.
 
Ia juga menyampaikan perusahaan farmasi dapat memperoleh pengecualian dari tarif apabila bersedia menerapkan kebijakan most favored nation (MFN) atau negara paling disukai, yakni menjual obat di Amerika Serikat dengan harga yang setara dengan harga yang dikenakan di negara lain.
 
Selain itu, Trump juga mengumumkan adanya pengecualian tarif bagi perusahaan yang membangun fasilitas produksi obat-obatan di Amerika Serikat. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menarik investasi baru sekaligus memperkuat industri manufaktur farmasi domestik.

(Husen Miftahudin)