Arab Saudi mengklaim berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur. (Yeni Safak)
Arab Saudi Gagalkan Serangan Drone ke Fasilitas Minyak, Tuding Milisi Pro-Iran
Willy Haryono • 29 July 2026 15:02
Riyadh: Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur, dengan menuduh milisi pro-Iran dari wilayah Irak sebagai pelakunya.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki mengatakan serangan terjadi dalam beberapa jam terakhir. Seluruh drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai sasaran.
Al-Maliki menyebut serangan itu sebagai aksi teror yang mengancam infrastruktur vital negara. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Iran maupun kelompok yang dituduh berada di balik serangan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Pemerintah menyatakan akan terus mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi wilayahnya dari ancaman serupa.
Belum ada komentar langsung dari pemerintah Irak terkait tuduhan bahwa wilayahnya digunakan sebagai lokasi peluncuran drone. Arab Saudi mendesak Baghdad segera mengambil tindakan untuk mencegah insiden serupa terulang.
Hak untuk Membalas
Al-Maliki mengatakan seluruh “upaya teroris” tersebut diluncurkan dari wilayah Irak. “Arab Saudi memiliki hak yang sah untuk membela diri dan melindungi infrastruktur vitalnya,” ujarnya, dikutip Dari media Yeni Safak, Rabu, 29 Juli 2026.Ia menambahkan kerajaan berhak memberikan respons pada waktu dan tempat yang dianggap tepat. Pernyataan itu diperkuat Kementerian Luar Negeri yang menegaskan tekad Arab Saudi menjaga keamanan serta kedaulatannya.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mendesak pemerintah Irak mengambil semua langkah yang diperlukan agar wilayahnya tidak digunakan sebagai tempat peluncuran serangan terhadap Arab Saudi.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, pemerintah Irak belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan maupun permintaan yang disampaikan Riyadh. (Keysa Qanita)
Baca juga: Houthi Klaim Serang Kapal Tanker Minyak Arab Saudi di Laut Merah