Houthi mengklaim menembakkan rudal balistik ke kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. (Anadolu Agency)
Houthi Klaim Serang Kapal Tanker Minyak Arab Saudi di Laut Merah
Willy Haryono • 29 July 2026 11:20
Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi asal Yaman mengklaim telah menembakkan rudal balistik ke arah kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah, yang dilakukan lebih dari sepekan setelah mengumumkan blokade maritim terhadap kapal-kapal Arab Saudi.
Dalam unggahan di platform X yang dikutip Al Jazeera, Selasa, 28 Juli 2026, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya menargetkan kapal tanker minyak NCC GHAZAL karena dianggap melanggar larangan pelayaran yang diberlakukan terhadap armada Arab Saudi.
Menurut Saree, Houthi menembakkan beberapa rudal balistik yang memaksa kapal tersebut berputar balik dan meninggalkan wilayah pelayaran.
Sementara itu, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi sebuah kapal tanker melaporkan adanya ledakan saat melintasi Laut Merah. UKMTO menyatakan seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan tidak terdapat laporan mengenai pencemaran lingkungan.
Kelompok Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak 2014 dan telah bertempur selama lebih dari satu dekade melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi.
Pada 20 Juli, Houthi mengumumkan penerapan blokade maritim terhadap kapal-kapal Arab Saudi. Kelompok itu menuduh Riyadh telah memberlakukan blokade terhadap Yaman selama hampir 12 tahun sehingga merampas sumber daya negara tersebut dan memperburuk kondisi kemanusiaan.
Houthi menyatakan rakyat Yaman memiliki hak untuk membalas melalui penerapan blokade tandingan terhadap kapal-kapal Arab Saudi.
Sebelumnya, kelompok itu juga mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi yang melintasi Laut Merah.
"Kami menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi, bernama Encelia dan Layla, atas pelanggaran mereka terhadap keputusan blokade yang dikeluarkan oleh angkatan bersenjata," kata Yahya Saree.
Kantor Berita Saudi (SPA) melaporkan kapal Encelia memang terkena serangan. Mengutip Otoritas Umum Transportasi Arab Saudi, SPA menyatakan seluruh awak kapal berada dalam kondisi selamat.
Selat Bab al-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, terutama bagi distribusi minyak global.
Selat yang berada di antara Yaman di sisi timur laut serta Djibouti dan Eritrea di kawasan Tanduk Afrika itu memiliki lebar sekitar 29 kilometer pada titik tersempitnya, sehingga lalu lintas pelayaran terkonsentrasi pada dua jalur utama menuju Terusan Suez.
Pada 2024, sekitar 4,1 miliar barel minyak mentah dan produk minyak olahan melintasi Selat Bab al-Mandeb, atau sekitar 5 persen dari total perdagangan minyak dunia. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Lalu Lintas Kapal di Laut Merah Turun usai Serangan Houthi ke Tanker Arab Saudi