Lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb turun ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir. (Anadolu Agency)
Lalu Lintas Kapal di Laut Merah Turun usai Serangan Houthi ke Tanker Arab Saudi
Muhammad Reyhansyah • 27 July 2026 14:37
Sanaa: Lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb menurun setelah kelompok pemberontak Houthi menyerang instalasi minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah, menurut data perusahaan pelacakan pelayaran Kpler yang dirilis pada Senin, 27 Juli 2026.
Data tersebut menunjukkan hanya 11 kapal komoditas yang melintasi Bab el-Mandeb pada Minggu, menjadi jumlah terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Kantor berita Reuters melaporkan gangguan pelayaran di Laut Merah meningkat sejak pekan lalu setelah Houthi yang didukung Iran mengintensifkan serangan untuk memblokade ekspor Arab Saudi.
Situasi itu memperluas dampak konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sebelumnya telah mengganggu pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Dari 11 kapal yang melintasi Bab el-Mandeb pada Minggu, tujuh merupakan kapal tanker minyak. Tiga di antaranya memasuki Laut Merah, termasuk dua kapal tanker raksasa yang menuju Pelabuhan Yanbu untuk memuat minyak mentah Arab Saudi.
Sementara itu, empat kapal keluar dari Laut Merah, termasuk kapal tanker New Explorer berbendera Hong Kong yang membawa sekitar dua juta barel minyak mentah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menuju Pelabuhan Ningbo, Tiongkok.
Data Kpler juga menunjukkan kapal tanker New Pearl yang membawa sekitar dua juta barel minyak mentah Arab Saudi tengah meninggalkan Laut Merah menuju Pelabuhan Zhoushan, Tiongkok.
Di sisi lain, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz juga tetap rendah selama akhir pekan meski AS dan Iran menghentikan sementara aksi saling serang.
Menurut data Kpler, hanya tujuh kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Minggu. Sehari sebelumnya, hanya tiga kapal yang terdeteksi melintas dengan sistem identifikasi otomatis (transponder) dimatikan.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree sebelumnya mengklaim kelompoknya menyerang fasilitas milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco, di Jizan dan Yanbu pada Sabtu. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Baca juga: Arab Saudi Gempur Situs Militer di Hodeidah, Houthi Ancam Balas Serangan