3.221 Warga Agam Masih Mengungsi Pascabencana

Warga mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam dampak banjir bandang melanda daerah itu, Jumat (9/1/2026). ANTARA/Yusrizal.

3.221 Warga Agam Masih Mengungsi Pascabencana

Whisnu Mardiansyah • 9 January 2026 13:02

Agam: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatra Barat, melaporkan bahwa hingga saat ini masih ada 3.221 warga yang terpaksa mengungsi. Mereka adalah korban terdampak langsung bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

“Ke-3.221 orang ini mengungsi akibat rumah rusak dan berada di zona merah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono di Lubuk Basung seperti dilansir Antara, Jumat, 9 Januari 2026.

Para pengungsi tersebut tersebar di enam kecamatan. Rinciannya adalah Palembayan (737 orang), Palupuh (138 orang), Matur (192 orang), Tanjung Raya (1.802 orang), Ampek Koto (12 orang), dan Malalak (280 orang). Mereka menempati tempat ibadah, fasilitas pemerintah, sekolah, dan rumah kerabat.

Rahmat Lasmono mengakui dampak parah dari bencana tersebut. Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir telah menelan korban jiwa sebanyak 165 orang meninggal dunia yang tersebar di enam kecamatan. Selain itu, hingga kini masih ada 37 orang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
 


Rahmat menjelaskan, sebelumnya jumlah pengungsi sempat mencapai puluhan ribu orang. Namun, seiring surutnya banjir dan membaiknya cuaca, sebagian besar warga telah kembali ke rumahnya.

“Mereka yang masih mengungsi merupakan orang terdampak langsung,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kondisi rumah atau lingkungan mereka yang masih berada di zona merah membuat pemulangan belum memungkinkan. Data ini menunjukkan bahwa Kabupaten Agam masih menghadapi tantangan pemulihan dan rehabilitasi jangka panjang yang sangat berat pascabencana.


Material banjir bandang menutupi badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi tepatnya di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis dini hari, 1 Januari 2025. ANTARA/HO-BPBD Agam

Berikut nilai kerusakan dan kerugian material yang ditimbulkan mencapai angka yang sangat besar, yaitu sekitar Rp6,94 triliun. Kerusakan meliputi:

  • 2.619 unit rumah rusak

  • 133 unit fasilitas pendidikan rusak

  • 2.188,77 hektare lahan terdampak

  • 5.481 ekor ternak terdampak

  • 303 unit jaringan irigasi rusak

  • 27 unit tempat ibadah rusak

  • 40 unit jembatan rusak

  • 30 unit bangunan perkantoran rusak

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)