Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.
Mensesneg: Hotel Sultan Dioptimalisasi untuk Pemasukan Negara
Anggi Tondi Martaon • 15 July 2026 14:14
Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan BP Dananantara berkoordinasi terkait pengelolaan Hotel Sultan. Fasilitas tersebut bakal dimanfaatkan untuk menambah pemasukan negara.
"Kami telah dan sedang berkoordinasi dengan Danantara untuk merancang ulang pengelolaan kompleks area Hotel Sultan dan sekitarnya untuk bisa kita optimalkan peruntukannya sehingga kita berharap juga akan dapat menambah pemasukan kepada negara," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XIII DPR dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Prasetyo melaporkan bahwa Kemensetneg telah berhasil melakukan pengambilan kembali aset Hotel Sultan pada 18 Juni 2026. Sebelumnya, kepemilikan aset tersebut berpolemik lebih kurang delapan tahun.
"Dari seluruh proses hukum dinyatakan bahwa Hotel Sultan itu adalah milik negara yang pengelolaannya kepada pihak ketiga telah selesai sehingga kita hanya menjalankan proses hukum berdasarkan hasil ketetapan dari pengadilan," ungkap Prasetyo.
Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menargetkan revitalisasi komprehensif kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dapat meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara selama berkunjung ke Indonesia. "Average spending (pengeluaran rata-rata) kita itu baru 1.100-an dolar AS lebih. Nah, bagaimana untuk meningkatkan average spending-nya juga," kata Rosan.
Menurut Rosan, daya saing sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Sehingga diperlukan pengembangan destinasi dan ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif.

Hotel Sultan. Foto: Antara.
"Kalau kita lihat sektor pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN, kita memang masih cukup jauh dibandingkan Thailand, Singapura, dan negara lainnya," ujar Rosan.
Oleh karena itu, Danantara akan menerapkan strategi pengembangan pariwisata yang menyasar berbagai segmen pasar. Mulai dari wisata massal hingga wisata minat khusus dengan nilai ekonomi tinggi.