Australia Siapkan Tambahan Anggaran Guna Percepat Proses Pengajuan Visa

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite saat berbicara di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026. (Metrotvnews.com)

Australia Siapkan Tambahan Anggaran Guna Percepat Proses Pengajuan Visa

Muhammad Reyhansyah • 15 July 2026 08:47

Jakarta: Pemerintah Australia memastikan telah menyiapkan tambahan anggaran untuk mempercepat proses pengajuan visa menyusul meningkatnya waktu tunggu akibat lonjakan permohonan.

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite mengatakan pemerintah menyadari waktu tunggu penerbitan visa kini lebih lama dibandingkan sebelumnya. Karena itu, Australia menambah pendanaan guna meningkatkan kapasitas pemrosesan visa.

"Kami menyadari waktu tunggu dan proses pengambilan keputusan visa semakin lama. Karena itu, dalam anggaran terakhir, pemerintah telah mengalokasikan pendanaan tambahan untuk membantu mengurangi waktu tunggu tersebut,” kata Thistlethwaite dalam diskusi Jakarta Treaty: A New Chapter in the Australia–Indonesia Partnership di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

“Kami berharap seiring waktu prosesnya akan terus membaik," tambahnya.

Menurut Thistlethwaite, lamanya proses pengajuan visa bukan disebabkan perubahan kebijakan, melainkan meningkatnya jumlah permohonan yang jauh melampaui kuota visa tahunan yang telah ditetapkan pemerintah Australia.

"Sederhananya karena persoalan penawaran dan permintaan. Kami memiliki kuota untuk setiap kategori visa setiap tahunnya, baik visa pelajar, pasangan, maupun tenaga kerja terampil. Namun, jumlah permohonan untuk kuota yang terbatas tersebut terus meningkat," ujarnya.

Thistlethwaite menjelaskan pemerintah Australia menetapkan kuota visa setiap tahun dengan mempertimbangkan kapasitas layanan publik yang akan digunakan para pemegang visa, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, hingga infrastruktur.

Ia menambahkan kebijakan tersebut diterapkan agar pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan migrasi dan kemampuan negara dalam menyediakan layanan publik.

Thistlethwaite juga menegaskan mahasiswa dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, tidak dikenakan kenaikan biaya pengajuan visa meski pemerintah Australia baru-baru ini menaikkan tarif aplikasi visa dalam anggaran terbarunya.

"Kami memang menaikkan biaya pengajuan visa dalam anggaran terbaru, tetapi kami mengecualikan mahasiswa dari negara-negara ASEAN. Jadi tidak ada kenaikan biaya visa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Australia," pungkasnya.

Baca juga:  Australia Tegaskan Traktat Jakarta Bukan Aliansi Militer dengan Indonesia

(Willy Haryono)