Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Warga Termasuk Dua Balita

Israel tanpa henti serang wilayah Gaza. Foto: Anadolu

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Warga Termasuk Dua Balita

Muhammad Reyhansyah • 16 April 2026 18:58

Gaza: Gelombang serangan Israel kembali mengguncang Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, termasuk dua anak-anak.

Serangan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang mengancam keberlangsungan gencatan senjata hasil mediasi Amerika Serikat.

Empat korban tewas dilaporkan dalam satu serangan yang menargetkan kendaraan polisi di Gaza. 

Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas menyebut, salah satu korban adalah anak laki-laki berusia tiga tahun, Yahya al-Malahi. Seorang polisi turut menjadi korban jiwa, sementara sembilan orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Di lokasi terpisah di wilayah utara Gaza, dekat Jabalia, seorang anak berusia 14 tahun, Adam Ahmed Halaa, juga dilaporkan tewas akibat tembakan Israel, menurut otoritas kesehatan setempat dan keluarganya.

Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Al-Shifa, tempat keluarga korban berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Kesedihan mendalam terlihat dari keluarga Yahya, yang seharusnya menghadiri perayaan, bukan menghadapi kehilangan.

Mukhlis al-Malahi, ayah korban, menuturkan bahwa mereka tengah dalam perjalanan pulang dari acara pernikahan kerabat saat serangan terjadi.

“Kami mendekati persimpangan Timraz dengan Jalan Nafaq, lalu tiba-tiba sesuatu menghantam kami. Mereka menyerang kendaraan polisi saat kami berjalan,” ujar Al-Malahi dikutip dari Gulf Times, Kamis, 16 April 2026.

Ungkapan duka juga disampaikan sepupu korban, Hader al-Malahi, yang mempertanyakan alasan di balik tragedi tersebut.

“Apa kesalahannya? Apa dosanya? Seharusnya dia mengenakan pakaian pesta di pernikahan sepupunya hari ini, tetapi justru mengenakan kain kafan yang berlumuran darah,” kata Al-Malahi

Ketegangan di tengah gencata senjata

Sementara itu, di Gaza utara, militer Israel menyatakan telah menewaskan seorang pria yang mendekati garis gencatan senjata dengan Hamas dan mengklaimnya sebagai pejuang bersenjata. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi adanya korban tewas, namun tidak merinci identitas maupun kronologinya.

Gencatan senjata yang dimulai sejak Oktober lalu memang sempat menghentikan perang besar selama dua tahun. Namun, situasi di lapangan tetap rapuh. Pasukan Israel masih menguasai wilayah luas yang kini sebagian besar tidak berpenghuni, sementara Hamas mengendalikan kawasan pesisir yang lebih sempit.

Sejak Oktober, Israel juga meningkatkan serangan terhadap aparat kepolisian dan keamanan yang dipimpin Hamas. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 750 warga Palestina.

Di saat yang sama, Israel dituduh terus memperluas zona pendudukan di Gaza, memperburuk kondisi kemanusiaan dan meningkatkan risiko runtuhnya gencatan senjata yang sudah berada di titik genting.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)