Ilustrasi pencarian helikopter jatuh. Dokumentasi/ istimewa
Ini Identitas 8 Penumpang Insiden Hilangnya Helikopter PK-CFX di Sekadau Kalbar
Whisnu Mardiansyah • 16 April 2026 16:14
Pontianak: Basarnas mengerahkan tim untuk mencari keberadaan helikopter PK-CFX yang hilang kontak dan diduga jatuh dalam penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 16 April 2026. Delapan orang tercatat dalam manifes helikopter tersebut.
"Tim sudah bergerak," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, saat dikonfirmasi di Jakarta seperti dilansir Antara, Kamis, 16 April 2026.
Ia memastikan tim merupakan personel terbaik dari Kantor SAR Pontianak dan Pos SAR Sintang yang diberangkatkan dalam operasi itu dengan berbekal peralatan dan perlengkapan memadai.
Para personel Basarnas selanjutnya tergabung dengan tim gabungan lintas instansi, seperti TNI, Polri, dan relawan, untuk memperbesar peluang segera menemukan helikopter beserta kedelapan penumpangnya.
Berdasarkan informasi sementara yang dikonfirmasi Basarnas, helikopter PK-CFX berjenis Airbus H-130 tipe H-130T2 itu mengangkut delapan orang, termasuk pilot.
Data dari Polres Sekadau melaporkan manifes penerbangan lengkap kedelapan orang tersebut. Mereka adalah Kapten Marindra W yang bertugas sebagai pilot, serta Harun Arasyd sebagai kopilot. Keenam penumpang lainnya yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Helikopter tersebut lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Manukung, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Selanjutnya, helikopter dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
.jpg)
Ilustrasi proses evakuasi korban kecelakaan pesawat. istimewa
Sebagaimana informasi yang diterima hingga pukul 11.00 WIB, posisi terakhir helikopter terdeteksi berada di sekitar Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Edy menjelaskan Basarnas mengedepankan prinsip aksi cepat dan terukur dalam melaksanakan misi kemanusiaan, termasuk pencarian dan pertolongan insiden non-bencana alam, seperti kecelakaan transportasi.