IHSG Dibuka Menguat 162 Poin ke 7.739

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Dibuka Menguat 162 Poin ke 7.739

Eko Nordiansyah • 5 March 2026 09:27

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini dibuka ke zona hijau. Pada pembukaan perdagangan Kamis, 5 Maret 2026, IHSG berada di posisi 7.695,347.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG langsung menguat 162,579 poin setara 2,15 persen ke level 7.739,644. IHSG berada di level tertinggi 7.765,613 dan terendah 7.681,688.

Adapun sebanyak 573 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 78 saham lainnya melemah dan 67 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp3,516 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 6,898 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp13.803,995 triliun.

Baca Juga :

Rupiah Dibuka Turun ke Rp16.896 per USD


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
 

IHSG berpotensi melemah

Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, diperdagangan kemarin, Indeks saham AS bergerak menguat didorong oleh data ADP solid di 63 ribu. Data ini menjadi acuan arah untuk data rilisnya NFP di hari Jumat besok, Dow Jone bergerak naik 0,49 persen, S&P naik 0,78 persen dan Nasdaq melesat 1,29 persen.

Selain data ADP, AS juga merilis data ISM Manufacturing PMI (Feb) 52.4 yang menunjukkan angka pelemahan dibandingkan data Januari, tetap berada diatas ekspektasi pasar 51.8.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 4,57 persen padal level 7.557 dengan saham TLKM, AMMN, BRMS dan BBCA yang menjadi pemberat indeks. Perdagangan kemarin diiringi net sell asing sebesar Rp213 miliar.

Pergerakan IHSG kemarin disebabkan oleh revisi outlook dari fitch dari stabil menjadi negative. Secara teknikal, pergerakan IHSG sudah menyentuh level support krusial pada level 7.486. IHSG berpotensi terjadi gap up dengan resisten 7.700.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpotensi melemah di rentang 7.360-7.650 tertekan sentimen risk-off akibat eskalasi perang Timur Tengah. Keputusan Fitch menurunkan outlook Indonesia ke negatif turut menambah beban pasar domestik. Rupiah diproyeksikan melemah pada kisaran Rp16.850-Rp17.000 akibat sentimen perang dan pemangkasan outlook oleh Fitch. Perhatian pasar lebih tertuju pada geopolitik dibandingkan rilis data ISM Services AS,” sebut analis KISI dalam risetnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)