Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin. Foto: Dok. Istimewa
MUI Sarankan Indonesia Tidak Terburu-buru Tinggalkan Board of Peace
Siti Yona Hukmana • 3 March 2026 12:26
Jakarta: Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin merespons desakan sejumlah pihak agar Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) direspons. Ia mengatakan desakan itu perlu disikapi dengan objektif, karena serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sudah terjadi sebelum adanya BoP.
“Kalau mengaitkan dengan BoP, ya rasa-rasanya kita perlu objektif. Sebab, serangan Zionis dan Amerika ke Iran itu sudah terjadi sebelum ada BoP,” kata Ketua MUI Bidang Ukhuwah KH Zaitun Rasmin, dalam sebuah unggahan di akun pribadi Instagramnya, @zaitunrasmin_official, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurut dia, BoP belum lama berdiri. Ia justru mempertanyakan bila Indonesia keluar dari BoP, apa yang akan dilakukan pemerintah untuk dapat membantu warga Gaza di Palestina keluar dari penjajahan Israel.
“Bagi saya, kalau pemerintah kita keluar dari BoP, kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah kita untuk benar-benar membantu saudara kita di Gaza, Palestina? Bukankah ini masih ada peluang, apalagi mereka diberi kesempatan,” kata ketua umum Wahdah Islamiyah itu.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh berhenti bersuara sampai Palestina merdeka dan Genosida terhenti. Hal itu, kata dia, merupakan tanggung jawab moral yang diamanatkan UUD 1945.
KH Zaitun mengajak para tokoh yang menginginkan Indonesia keluar dari BoP untuk menggunakan hati nurani dan berpikir jernih. Menurutnya, penting untuk berusaha objektif dalam menilai.

Kebakaran melanda gedung Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, akibat dugaan serangan drone Iran. Foto: X / @cocodaonly1
“Dan di sinilah pentingnya berbagi tugas. Biarlah pemerintah dengan tugasnya. Dan kita dengan tugas kita pula. Ini poin penting. Jadi agar kita tidak mudah terjatuh pada kesalahan menilai. Apalagi nanti menyebabkan perpecahan di antara kita,” kata KH Zaitun.
Ia pun mengingatkan juga jejak sejarah bangsa Indonesia yang selalu membela kemerdekaan Palestina. Negara-negara Islam yang terlibat di dalam BoP pun punya sejarah panjang dalam membela kemerdekaan Palestina.
“Kalau kita hanya menilai yang sekarang. Kita bisa keliru. Ini sejarah panjang. Kata Bung Karno, 'jasmerah'. Jangan lupakan sejarah. Maka supaya kita bisa tetap tidak terprovokasi,” ungkap KH Zaitun.
Para pemuka agama atau ulama disebut harus terus berkomunikasi dengan pemerintah memakai kepala dingin. Kemudian, mengambil kesimpulan bersama yang lebih maslahat bagi umat di mana pun berada.