Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Foto: Metrotvnews.com
Tolak Tawaran Dialog, Iran Hilang Kepercayaan Terhadap Proses Diplomasi
Muhammad Reyhansyah • 5 March 2026 22:12
Jakarta: Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Teheran tidak akan melakukan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan Amerika Serikat (AS) untuk meredam konflik Timur Tengah.
Pernyataan ini muncul merujuk kesiapan Pemerintah Indonesia memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan antara Iran dan AS, pasca serangan gabungan yang dilancarkan oleh AS-Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Dubes Boroujerdi menyatakan Iran telah kehilangan kepercayaan terhadap proses diplomasi setelah sejumlah pengalaman negosiasi sebelumnya berakhir tanpa hasil, bahkan diikuti dengan serangan terhadap negaranya.
“Kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum-kaum musuh dari kami,” kata Dubes Boroujerdi saat ditemui awak media di kediamannya, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Menurut dia, Iran telah beberapa kali melakukan dialog dengan Washington, namun proses tersebut tidak memberikan jaminan keamanan bagi negaranya.
Ia mencontohkan kesepakatan nuklir internasional yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Perjanjian tersebut sebelumnya dicapai antara Iran dan sejumlah negara besar untuk membatasi program nuklir Teheran dengan imbalan pelonggaran sanksi internasional.
Namun, Dubes Boroujerdi menilai kesepakatan tersebut tidak berjalan sesuai komitmen setelah Amerika Serikat keluar secara sepihak dari perjanjian tersebut pada masa pemerintahan Donald Trump.
“Yang pertama adalah negosiasi untuk nuklir Iran. Kesepakatan yang bernama JCPOA telah dicapai, tetapi Amerika Serikat melanggar kesepakatan tersebut dan keluar secara sepihak,” ujarnya.
Selain itu, Dubes Boroujerdi menyebut Iran telah melakukan lima kali negosiasi dengan pihak yang sama, namun dalam proses tersebut negaranya justru mengalami serangan.
Ia juga menyinggung dua putaran negosiasi terbaru yang, menurutnya, kembali diiringi eskalasi militer.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Iran menilai tidak ada jaminan bahwa proses diplomasi dapat berjalan hingga mencapai kesepakatan yang dihormati oleh semua pihak.
“Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apa pun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” kata Dubes Boroujerdi.
Sebelumnya, pemerintah Tiongkok juga menyatakan akan mengirim utusan khusus ke Timur Tengah guna terlibat dalam upaya mediasi dengan negara-negara di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Wang Yi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud pada 4 Maret 2026, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Xinhua News Agency.